Korem 064/MY Rehabilitasi Panti Asuhan di Serang, Danrem: Kalian Tidak Sendiri

SERANG, TirtaNews — Korem 064/Maulana Yusuf menyerahkan hasil program Karya Bakti TNI AD kepada Yayasan Panti Asuhan LKSA Nurul Ibad di Desa Sukabares, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Selasa, 9 Juni 2026. Program tersebut mencakup rehabilitasi bangunan panti asuhan yang selama ini mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
Komandan Korem 064/MY, Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya lembaga sosial yang membina anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu.
Melalui program karya bakti, sejumlah bagian bangunan yayasan diperbaiki, antara lain penggantian konstruksi atap dari kayu menjadi rangka baja ringan, pemasangan genting baru, perbaikan pondasi, serta penataan beberapa fasilitas pendukung lainnya.
Yayasan Nurul Ibad yang berdiri sejak 2008 saat ini menampung 48 anak asuh berusia 7 hingga 17 tahun. Selain itu, yayasan juga memberikan pembinaan kepada sekitar 20 anak dari keluarga kurang mampu yang tinggal di luar lingkungan asrama.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem mengajak anak-anak asuh untuk tetap optimistis menatap masa depan dan tidak ragu memiliki cita-cita besar. Menurut dia, kesempatan untuk meraih pendidikan dan mengabdikan diri kepada bangsa terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar dan berusaha.
”Tidak menutup kemungkinan ada anak-anak dari yayasan ini yang kelak menjadi anggota TNI atau Polri. Yang penting terus belajar dan mempersiapkan diri,” kata Danrem.
Selain perbaikan fisik bangunan, kegiatan karya bakti juga disertai fasilitasi pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak asuh dan masyarakat sekitar yang belum memiliki dokumen kependudukan.
Danrem berharap fasilitas yang telah direhabilitasi dapat memberikan kenyamanan bagi anak-anak dalam menjalani pendidikan dan aktivitas sehari-hari. Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim dan kelompok rentan lainnya.
Menutup kegiatan tersebut, Danrem menyampaikan pesan kepada anak-anak asuh bahwa mereka tidak perlu merasa sendiri menghadapi masa depan. Menurut dia, kehadiran aparat kewilayahan, baik Babinsa maupun Bhabinkamtibmas, merupakan bagian dari dukungan yang dapat diakses masyarakat ketika membutuhkan bantuan.
”Yakinlah kalian tidak sendiri. Banyak orang yang peduli dan siap membantu kalian meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Program rehabilitasi itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan belajar dan tempat tinggal anak-anak asuh, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. (Az/Red)
