Kodim 0602/Serang Gelar Temu Wicara Kebangsaan, Soroti Peran Mahasiswa dalam Demokrasi Lokal

0
Kodim 0602/Serang Gelar Temu Wicara Kebangsaan, Soroti Peran Mahasiswa dalam Demokrasi Lokal
Views: 4

SERANG, TirtaNews — Kodim 0602/Serang menggelar Temu Wicara Kebangsaan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi mahasiswa, dan kepemudaan di Aula Sultan Ageng Tirtayasa Makodim 0602/Serang, Kamis, 21 Mei 2026. Forum itu mengangkat tema “Transformasi Gerakan Mahasiswa dalam Meningkatkan Supremasi Hukum melalui Pembiasaan Budaya Hukum dan Diskursus Ilmiah.”

Sekitar 80 peserta menghadiri kegiatan tersebut. Hadir sebagai narasumber antara lain Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman, dan Dandim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto. Diskusi dipandu analis pertahanan dari Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (KERIS), Hanif Rahadian.

Forum itu membahas posisi mahasiswa dalam dinamika demokrasi lokal, terutama terkait ruang kritik, budaya hukum, dan pola komunikasi antara pemerintah dengan kelompok mahasiswa.

Dandim 0602/Serang Kolonel Arm Oke Kistiyanto mengatakan mahasiswa merupakan kekuatan moral bangsa yang memiliki peran penting sebagai penyampai aspirasi publik. Namun, menurut dia, kritik harus disampaikan secara beretika dan berbasis data.

“Suara mahasiswa adalah energi demokrasi. Kritik mahasiswa perlu didengar sebagai alarm sosial, tetapi tetap harus disampaikan secara beretika, berbasis data, dan tidak merugikan masyarakat luas,” kata Oke.

Menurut dia, mahasiswa kerap berada dalam dua posisi yang berseberangan: dipuji sebagai agen perubahan, tetapi juga dicurigai ketika menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik. Padahal, kata dia, mahasiswa merupakan bagian dari kontrol sosial dalam demokrasi.

Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menilai generasi muda perlu dilibatkan secara aktif dalam pembangunan daerah. Ia mengatakan pemuda dan mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi objek kebijakan pemerintah.

“Pemuda harus menjadi subjek pembangunan daerah,” ujar Najib.

Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dijamin undang-undang. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tetap memiliki batas yang berkaitan dengan ketertiban umum, keamanan, dan penghormatan terhadap hak masyarakat lain.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman mendorong agar gerakan mahasiswa tidak berhenti pada aksi penolakan kebijakan. Menurut dia, mahasiswa juga perlu menghadirkan solusi dan gagasan alternatif.

“Gerakan mahasiswa harus naik kelas. Tidak hanya menolak kebijakan, tetapi juga mampu memberi solusi,” kata Muji.

Direktur Eksekutif LKBHMI Cabang Serang Ardhya Naufal Fahri mengatakan forum dialog semacam itu penting untuk memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan pemangku kebijakan. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.

“Mahasiswa harus menjadi mitra kritis, bukan dianggap sebagai lawan,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah peserta juga menyoroti tantangan gerakan mahasiswa di era digital. Arus informasi yang cepat melalui media sosial dinilai dapat memicu eskalasi emosi dan membuka ruang provokasi yang berpotensi mengaburkan substansi tuntutan.

Karena itu, forum tersebut mendorong penguatan gerakan mahasiswa berbasis riset, data, dan advokasi kebijakan. Demonstrasi dinilai tetap menjadi hak konstitusional, tetapi perlu diimbangi dengan kajian ilmiah dan argumentasi yang terukur.

Kodim 0602/Serang menilai kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Forum itu diharapkan menjadi langkah awal memperkuat komunikasi antara TNI, pemerintah daerah, legislatif, kepolisian, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat demokrasi lokal. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *