Kapolda Banten Inisiasi Penanaman Jagung di Lahan Tidur Kabupaten Serang

0
Kapolda Banten Inisiasi Penanaman Jagung di Lahan Tidur Kabupaten Serang
Views: 12

SERANG, TirtaNews — Kepolisian Daerah Banten menggandeng Perum Bulog dan pemerintah daerah mengembangkan penanaman jagung di lahan tidur di Kabupaten Serang sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. Program itu dimulai melalui penanaman jagung di Desa Ranca Sumur, Kecamatan Kopo, Rabu, 13 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolda Banten Hengki bersama jajaran pejabat utama Polda Banten, perwakilan Bulog, pemerintah daerah, serta TNI.

Hengki mengatakan penanaman jagung dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang selama ini tidak produktif sekaligus meningkatkan pasokan bahan baku industri pakan ternak di Provinsi Banten. Menurut dia, kebutuhan jagung di Banten mencapai sekitar 4.000 ton per hari atau sekitar 1,5 juta ton per tahun.

“Saat ini kebutuhan jagung di Banten baru terpenuhi sekitar 5 sampai 7 persen. Karena itu kami mendorong masyarakat dan kelompok tani memanfaatkan lahan tidur untuk penanaman jagung,” kata Hengki.

Ia menyebut kepolisian akan mengawal distribusi pupuk dan bibit agar program berjalan tanpa hambatan. Selain itu, Bulog disebut siap menyerap hasil panen petani sesuai harga dan standar kadar air yang telah ditentukan pemerintah.

Menurut Hengki, jaminan penyerapan hasil panen diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat mengembangkan sektor pertanian dan memperkuat ekonomi desa.

Kepala Desa Ranca Sumur Ahmad Wahyudin mengatakan program tersebut mulai mengubah lahan tidak produktif di Kecamatan Kopo menjadi area pertanian jagung. Saat ini, kata dia, luas penanaman jagung di wilayah itu telah mencapai sekitar 80 hektare.

“Program ini membantu perekonomian warga sehingga pemuda tidak perlu lagi mencari pekerjaan ke luar daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan Bulog telah melakukan pemantauan sebelum masa panen dan siap membeli hasil produksi petani dengan harga yang dinilai kompetitif.

Polda Banten berharap kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, dan Bulog dapat meningkatkan kemandirian pangan di Provinsi Banten sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan jagung dari daerah lain seperti Lampung dan Nusa Tenggara Barat. (Sarman/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *