Pegiat Antikorupsi Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Gubernur Sumsel: “Vila Gandus Harus Terungkap”

0
Pegiat Antikorupsi Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Gubernur Sumsel: “Vila Gandus Harus Terungkap”
Views: 73

PALEMBANG, TirtaNews — Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember 2025 menjadi momentum bagi jaringan pegiat antikorupsi Sumatera Selatan untuk menyuarakan kembali dugaan korupsi yang menyeret nama Gubernur Sumatera Selatan periode pertama, Herman Deru. Dalam aksi yang digelar di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, para aktivis mendesak lembaga antirasuah segera menuntaskan sejumlah laporan yang mereka nilai mandek di tahap awal.

Para demonstran menilai KPK belum memberikan kepastian ihwal penanganan laporan dugaan korupsi yang telah mereka serahkan sejak beberapa waktu lalu. “Kami meminta KPK tidak menunda lagi langkah penyidikan. Kasus ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar salah satu koordinator aksi.

Dalam orasi mereka, para pegiat antikorupsi menyoroti sejumlah perkara yang mereka nilai harus diprioritaskan: dugaan suap terkait proyek Vila Gandus, dugaan korupsi timbunan site development Kantor Gubernur Sumsel, dugaan penyimpangan dalam RUPS Bank Sumsel Babel, dugaan korupsi di PT SMS, serta dugaan penyimpangan penyaluran Bantuan Khusus Gubernur (BKBK).

Ariefia: “Data Sudah Lengkap, KPK Tak Punya Alasan Menunda”

Salah satu pelapor kasus Vila Gandus, Ariefia Hamdani, turut hadir dalam aksi tersebut. Ia menyambut dukungan para aktivis dan menegaskan bahwa seluruh berkas yang diminta KPK sudah dipenuhi.

“Semua data sudah lengkap dan apa yang diminta KPK telah kami penuhi. Tidak ada lagi alasan bagi KPK untuk menunda proses penyidikan,” kata Ariefia.

Ariefia mengklaim bahwa dirinya adalah pihak yang membangun Vila Gandus sebelum Herman Deru menjabat sebagai gubernur. “Saya tahu persis apa yang terjadi di Vila Gandus,” ujarnya.

Ia juga menyinggung soal pembayaran pekerjaan proyek yang disebutnya belum ia terima. “Pembayaran sebesar Rp 4,7 miliar hingga kini belum dibayar. Itu menjadi beban hutang saya,” kata Ariefia.

Ariefia menyatakan tetap yakin pada penegakan hukum KPK, meski ia mengaku mendengar informasi mengenai kedekatan Gubernur Sumsel dengan sejumlah pihak di lembaga antirasuah tersebut. “Saya percaya hukum tetap berjalan. Harapan saya, perkara Vila Gandus tidak diperlambat atau dihentikan karena intervensi pihak manapun,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya mengungkap dugaan korupsi ini tidak boleh dihambat oleh kepentingan pengusaha atau politisi tertentu. “Semoga perkara Vila Gandus segera dinaikkan ke tahap penyidikan. Tidak boleh ada lagi oknum—baik pengusaha maupun politisi lingkar istana—yang mencoba menghentikan proses ini,” tutur Ariefia. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *