Pemeriksaan HPV DNA Gratis Digelar di Seuat Induk

SERANG, TirtaNews — Kementerian Kesehatan menggelar pemeriksaan HPV DNA gratis di Aula Desa Seuat Induk, Jumat, 12 Desember 2025. Sejak pagi, ratusan warga dari empat desa—Seuat Induk, Seuat Jaya, Kampung Baru, dan Negara Padang—mulai berdatangan untuk mengikuti skrining kesehatan yang menjadi bagian dari program nasional pencegahan kanker serviks.
Selain layanan pemeriksaan, peserta juga menerima paket sembako berisi satu liter minyak goreng, satu kilogram gula, serta snack dan nasi boks. Pembagian ini menjadi salah satu faktor yang turut meningkatkan antusiasme peserta.
Ayu Dian Lestari, tenaga pemeriksa dari Tirta Medical Centre, mengatakan kegiatan dimulai pukul 08.00 dan berlangsung hingga seluruh peserta selesai menjalani skrining. Menurut dia, layanan serupa digelar serentak di berbagai daerah sesuai agenda Kemenkes.
“Program ini untuk memberikan akses pemeriksaan dini kepada perempuan, mulai dari dewasa muda hingga lansia. Respons warga sangat positif,” ujar Ayu.
Ia menambahkan kegiatan dapat berjalan lancar berkat koordinasi antara tenaga kesehatan dengan pemerintah desa dan pihak kecamatan. “Dukungan dari Desa Seuat Induk dan Kecamatan Petir sangat membantu. Antusiasme warga menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas program ini,” katanya.
Salah satu warga, Sulyah, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan gratis tersebut. “Kesehatan itu penting. Kami jarang mendapat layanan seperti ini secara gratis. Alhamdulillah dapat pemeriksaan dan sembako pula,” tuturnya.
Para peserta tampak antre bergiliran menjalani pengambilan sampel untuk pemeriksaan HPV DNA. Metode ini dipandang lebih akurat dalam mendeteksi risiko infeksi Human Papillomavirus, penyebab utama kanker serviks.
Kepala Desa Seuat Induk menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pelaksana kegiatan. Ia menilai program ini bukan hanya skrining, tetapi juga sarana edukasi kesehatan reproduksi bagi perempuan di wilayahnya. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” ujarnya. (Maryono/Red)
