Kabupaten Serang Evaluasi Pembinaan Atlet di POTRADDA III Banten

0
Kabupaten Serang Evaluasi Pembinaan Atlet di POTRADDA III Banten
Views: 8

SERANG, TirtaNews.co.id – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang menilai pembinaan atlet olahraga tradisional masih perlu diperkuat. Prestasi, menurut pemerintah daerah, tidak bisa dicapai secara instan, melainkan membutuhkan pelatihan berkelanjutan sejak usia dini.

Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya menyampaikan hal itu saat mendampingi kontingen Kabupaten Serang dalam Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Daerah (POTRADDA) III Banten 2026 di Lapangan Green Hotel, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Kamis-Jumat, 29-30 Oktober 2026.

Anas mengatakan pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan atlet sekaligus melihat kebutuhan pembinaan ke depan.

“Perlu ada pembinaan jangka panjang. Tidak ada prestasi yang instan,” kata Anas.

Ia mengakui pembinaan olahraga tradisional di Kabupaten Serang selama ini masih perlu ditingkatkan. Karena itu, ia berharap dukungan anggaran dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Kabupaten Serang, agar program pelatihan atlet dapat berjalan lebih optimal.

Menurut Anas, pembinaan sejak dini bukan hanya bertujuan meningkatkan prestasi dalam kompetisi, tetapi juga menjaga keberlangsungan olahraga tradisional di tengah generasi muda.

POTRADDA III Banten 2026 diselenggarakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten. Ketua panitia Imam Santoso mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan olahraga tradisional sebagai kekayaan budaya bangsa.

Selain memperkenalkan permainan tradisional kepada generasi muda, ajang ini ditujukan untuk membangun sportivitas, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.

Panitia mencatat 288 atlet dan delapan ofisial dari delapan kabupaten dan kota mengikuti kompetisi tersebut. Ada lima cabang olahraga tradisional yang dipertandingkan, yakni hadang, sumpitan, gasing, terompah panjang, dan egrang.

Hadang diikuti 112 atlet putra dan putri. Sumpitan beregu dengan komposisi dua putra dan satu putri diikuti 24 atlet. Adapun gasing diikuti delapan atlet, terompah panjang 80 atlet, serta egrang 64 atlet.

Imam berharap kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai agenda pertandingan, tetapi menjadi sarana regenerasi dan pengembangan olahraga tradisional di Banten.

Bagi Kabupaten Serang, hasil POTRADDA kali ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pola pembinaan. Tantangannya adalah memastikan olahraga tradisional tidak sekadar dipertandingkan dalam ajang dua tahunan, tetapi juga mendapat dukungan pelatihan dan anggaran secara berkelanjutan. (Yuli/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *