Deiyai Bawa Kopi dan Teh Lokal ke Festival Kopi Papua Tengah 2026

0
Deiyai Bawa Kopi dan Teh Lokal ke Festival Kopi Papua Tengah 2026
Views: 2

DEIYAI, TirtaNews.co.id — Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, tak hanya mengandalkan kopi untuk memperkenalkan potensi perkebunannya. Dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Nabire, pemerintah daerah itu juga membawa teh lokal sebagai komoditas yang diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi petani.

Festival yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Papua Tengah tersebut berlangsung pada 28–30 Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian mengikutsertakan petani kopi dan teh untuk memperkenalkan produk perkebunan mereka kepada masyarakat dan calon pembeli.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, mengatakan keikutsertaan daerahnya tidak sekadar untuk memeriahkan kegiatan. Pemerintah ingin memperluas pengenalan produk lokal sekaligus membuka akses pemasaran bagi petani.

“Deiyai tidak sekadar datang untuk meramaikan Festival Kopi. Kami membawa petani kopi dan juga petani teh. Jadi pengunjung yang datang ke stan Kabupaten Deiyai nantinya dapat menikmati Kopi Deiyai dan Teh Deiyai,” kata Aleks.

Menurut dia, festival tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat dalam membudidayakan kopi dan teh. Kopi, yang kerap disebut sebagai emas hitam, dinilai memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar yang menjanjikan.

Namun, peningkatan produksi perlu diikuti dengan kepastian pemasaran. Aleks mengakui petani masih menghadapi persoalan dalam menentukan tempat menjual hasil panen mereka.

Ia meminta petani yang memiliki hasil produksi kopi tetapi belum mengetahui jalur pemasaran agar berkoordinasi dengan Dinas Pertanian. Pemerintah daerah, kata dia, akan memberikan arahan mengenai upaya pengembangan dan pemasaran hasil perkebunan.

“Jika masyarakat memiliki kopi tetapi belum mengetahui tempat menjualnya, silakan melapor ke dinas. Kami akan memberikan petunjuk agar hasil produksi masyarakat dapat dikembangkan dan dipasarkan dengan lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap partisipasi dalam festival tersebut tidak berhenti pada kegiatan pameran. Pengenalan kopi dan teh lokal diharapkan mendorong minat tanam, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan pendapatan petani.

Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi kedua komoditas itu dapat terhubung dengan pasar yang berkelanjutan. Dengan demikian, keikutsertaan Deiyai dalam festival bukan hanya menjadi ajang promosi, melainkan juga pintu masuk bagi pengembangan usaha perkebunan masyarakat. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *