Reuni Haji Khusus 2026, Alumni Diajak Menjaga Kemabruran

JAKARTA, TirtaNews— Para alumni Haji Khusus 2026 Konsorsium Sari Ramada Arafah dan Gaido Travel menggelar reuni di Restoran Makan Bawah Pohon, Cibubur, Sabtu, 29 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan kembali pentingnya menjaga nilai-nilai ibadah setelah kembali dari Tanah Suci.
Reuni mengusung tema “Mempertahankan Haji Mabrur, Terkoneksi dengan Kebaikan”. Para alumni yang sebelumnya menjalani perjalanan haji bersama selama sekitar 25 hari kini kembali bertemu dalam suasana kekeluargaan. Sebagian peserta juga membawa anggota keluarga.
Ketua Alumni Haji Khusus 2026 Konsorsium Sari Ramada Arafah dan Gaido Travel, H. Ahmad Saikhu Hasyim, mengatakan perjalanan bersama selama di Tanah Suci telah mempertemukan jamaah dari berbagai daerah, latar belakang, usia, dan profesi.
“Selama kurang lebih 25 hari perjalanan, kami yang sebelumnya tidak saling mengenal akhirnya menjadi akrab dan menjadi satu keluarga besar,” ujar Ahmad.
Menurut dia, reuni tidak sekadar menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan ibadah. Pertemuan itu diharapkan memperluas hubungan persaudaraan yang terbentuk selama berada di Tanah Suci.
Kehadiran keluarga dalam reuni, kata Ahmad, juga dimaksudkan agar hubungan antarpeserta tidak berhenti pada sesama jamaah. Silaturahmi diharapkan berkembang menjadi hubungan antarkeluarga.
Suasana reuni diisi dengan pemutaran foto dan video dokumentasi perjalanan Haji Khusus 2026. Dokumentasi tersebut kembali membawa peserta pada berbagai pengalaman selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Hadir dalam kegiatan itu pimpinan PT Sari Ramada Arafah, H. Muhammad Acung Wahyudi, dan Founder Gaido Group, H. Muhammad Hasan Gaido. Keduanya memberikan sambutan serta mengapresiasi para alumni yang tetap menjaga hubungan setelah menyelesaikan ibadah haji.
Acara juga diisi tausiyah oleh KH. Dedi Djuandi. Dalam tausiyahnya, para alumni diingatkan bahwa kemabruran haji tidak semata-mata ditandai oleh selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci. Nilai haji perlu tercermin dalam perilaku setelah jamaah kembali ke kehidupan sehari-hari.
Para alumni kemudian meneguhkan komitmen untuk menjaga salat dan ibadah, memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta membiasakan diri berbagi dan membantu orang lain.
Kemabruran juga diharapkan tercermin melalui sikap jujur, amanah, dan menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Perjalanan haji selama sekitar 25 hari dinilai telah memberikan pengalaman mengenai kesabaran, kebersamaan, pengorbanan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Nilai-nilai itu, menurut para alumni, tidak semestinya berhenti setelah jamaah meninggalkan Makkah dan Madinah.
Reuni tersebut menjadi momentum untuk mempertahankan hubungan yang telah terbentuk selama perjalanan sekaligus membangun jejaring kebaikan di Tanah Air.
“Haji telah mempertemukan kami di Tanah Suci. Kebaikan akan terus menghubungkan kami setelah kembali ke Tanah Air,” demikian semangat yang dibawa dalam reuni alumni Haji Khusus 2026. (Az/Red)
