Kepala BKN Terima Gelar Kehormatan Adat dari Kesultanan Ternate

TERNATE, TirtaNews – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan menerima gelar kehormatan adat Kimalaha Dodego Malamo dari Kesultanan Ternate dalam prosesi adat di Keraton Kesultanan Ternate, Rabu (29/7). Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas peran BKN dalam pembinaan dan penyelenggaraan manajemen aparatur sipil negara (ASN).
Penganugerahan dipimpin langsung Sultan Ternate Hidayatullah Sjah di Ruang Utama atau Foris Lamo. Penetapan gelar itu tertuang dalam Surat Keputusan Sultan Ternate Nomor 06.002.A/KT/VII/2026.
Dalam tradisi Kesultanan Ternate, gelar Kimalaha Dodego Malamo dimaknai sebagai pemimpin besar yang mengemban tanggung jawab dalam mengurus jabatan, kedudukan, dan kepegawaian. Makna tersebut dinilai selaras dengan tugas BKN sebagai lembaga yang mengelola manajemen ASN di tingkat nasional.
Zudan mengatakan penghargaan itu bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah moral untuk terus menjaga integritas dalam menjalankan tugas. “Saya menerima anugerah ini sebagai kehormatan sekaligus amanah untuk terus mengawal tata kelola ASN secara jujur, lurus, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Zudan, nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan tanggung jawab yang hidup dalam tradisi Kesultanan Ternate relevan dengan upaya membangun birokrasi yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Ia juga menilai pelestarian budaya dapat menjadi sumber inspirasi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
Jo Hukum Soasio Kesultanan Ternate Gunawan Radjim menjelaskan, gelar yang disematkan kepada Kepala BKN mengandung makna pemimpin yang bertanggung jawab atas urusan jabatan dan kepegawaian. Setelah prosesi adat di Foris Lamo, acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam gelar adat dan penyampaian makna filosofis gelar tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq juga menerima gelar kehormatan Kimalaha Sabua Malamo, yang bermakna pemimpin besar yang memimpin dan mengayomi sebuah rumah besar.
Penganugerahan kepada dua pimpinan lembaga negara itu menjadi simbol kedekatan antara institusi pemerintahan dengan nilai-nilai budaya Nusantara. Acara turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Samsuddin A. Kadir, jajaran BKN, LAN, pemerintah daerah, serta perangkat adat Kesultanan Ternate. (Husni/Red)
