Kritik Internal Dorong HMI Cabang Serang Perkuat Demokrasi Organisasi

SERANG, TirtaNews — Sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendorong HMI Cabang Serang memperkuat budaya demokrasi internal serta menjalankan seluruh proses organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Desakan itu muncul di tengah keresahan sebagian kader yang menilai ruang penyampaian kritik dan perbedaan pendapat belum sepenuhnya terbuka.
Menurut para kader, dinamika, kritik, dan perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses kaderisasi yang selama ini menjadi ciri organisasi. Karena itu, setiap masukan semestinya dipandang sebagai bagian dari evaluasi, bukan ancaman terhadap kepengurusan.
Kader HMI, Bagas Yulianto, mengatakan organisasi yang sehat adalah organisasi yang memberi ruang dialog dan menjadikan kritik sebagai instrumen perbaikan. Menurut dia, kepatuhan terhadap konstitusi organisasi menjadi syarat penting untuk menjaga legitimasi kepengurusan sekaligus kepercayaan kader.
”Kritik bukan musuh organisasi. Justru kritik adalah wujud kecintaan kader terhadap HMI agar tetap berjalan sesuai konstitusi. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu menerima kritik, membuka ruang dialog, dan menjadikan perbedaan pendapat sebagai kekuatan untuk melakukan perbaikan,” kata Bagas dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menilai seluruh agenda organisasi perlu dilaksanakan berdasarkan AD/ART sebagai pedoman utama dalam setiap pengambilan keputusan. Menurut Bagas, konstitusi tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi dasar penyelenggaraan organisasi.
”Kami mengajak seluruh jajaran HMI Cabang Serang agar menjunjung tinggi AD/ART dan nilai-nilai demokrasi organisasi. Jangan sampai konstitusi hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan. HMI dibangun di atas tradisi intelektual, bukan budaya anti kritik,” ujarnya.
Bagas berharap HMI Cabang Serang mengedepankan musyawarah, transparansi, dan penghormatan terhadap hak setiap kader dalam menyampaikan pendapat. Menurut dia, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi kader sepanjang diselesaikan melalui mekanisme konstitusional.
”Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam organisasi kader. Yang harus dijaga adalah etika berdialog, penghormatan terhadap konstitusi, dan komitmen bersama untuk menjaga marwah HMI. Organisasi akan semakin kuat apabila kritik dijadikan bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai ancaman,” katanya.
Melalui pernyataan tersebut, para kader berharap HMI Cabang Serang terus memperkuat partisipasi kader, menjaga tradisi intelektual, dan memastikan setiap kebijakan organisasi tetap berpijak pada konstitusi demi menjaga integritas organisasi. (Az/Red)
