Literasi Generasi Muda Banten Capai 99,95 Persen, Akses Pendidikan Kian Meluas

0
Literasi Generasi Muda Banten Capai 99,95 Persen, Akses Pendidikan Kian Meluas
Views: 2

SERANG, TirtaNews – Kualitas pendidikan di Provinsi Banten menunjukkan tren positif. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025 mencatat angka melek huruf generasi muda di daerah itu mencapai 99,95 persen. Capaian tersebut menunjukkan hampir seluruh generasi muda Banten telah memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis, Jum’at (29/05/2026).

‎Peningkatan literasi berjalan seiring dengan semakin luasnya akses pendidikan. Data Susenas 2025 menunjukkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang pendidikan dasar mencapai 99,52 persen. Angka itu menandakan hampir seluruh anak usia sekolah dasar di Banten telah mengakses pendidikan formal.

‎Pemerintah Provinsi Banten menilai capaian tersebut merupakan hasil dari upaya memperluas layanan pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperkuat pemerataan akses pendidikan di berbagai wilayah.

‎Selain akses pendidikan, kualitas tenaga pendidik juga mengalami peningkatan. Susenas 2025 mencatat lebih dari 97 persen guru di Banten telah memenuhi kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D4).

‎Meski demikian, tantangan pendidikan ke depan dinilai tidak lagi sebatas pada kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital menjadi aspek yang semakin penting.

‎Berdasarkan Susenas 2025, sebanyak 84,38 persen pelajar di Banten telah menggunakan internet dalam aktivitas sehari-hari, termasuk untuk mendukung proses pembelajaran. Namun pemanfaatan perangkat teknologi untuk belajar masih relatif terbatas. Penggunaan laptop atau komputer oleh pelajar tercatat baru mencapai 20,11 persen, sementara sebagian besar masih mengandalkan telepon seluler untuk mengakses informasi dan sumber belajar.

‎Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan literasi digital, pemerataan infrastruktur teknologi, serta peningkatan akses terhadap perangkat pembelajaran berbasis digital.

‎Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Banten terus memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Gratis yang diinisiasi Gubernur Banten, Achmad Andra Soni. Hingga 2025, sebanyak 801 SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta telah bergabung dalam program tersebut dengan total 60.705 siswa terverifikasi sebagai penerima manfaat.

‎Pada tahun ajaran 2026/2027, cakupan program direncanakan diperluas dengan melibatkan Madrasah Aliyah (MA) swasta. Langkah tersebut diharapkan dapat memperbesar akses pendidikan menengah bagi masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten.

‎Dengan angka melek huruf yang hampir menyentuh 100 persen dan tingginya partisipasi sekolah, Banten menunjukkan perkembangan positif dalam pembangunan sektor pendidikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan literasi dasar, tetapi juga kecakapan digital yang dibutuhkan di era teknologi. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *