POLIRAN Dorong Ketahanan Pangan dan Tekan Pengangguran di Serang

0
POLIRAN Dorong Ketahanan Pangan dan Tekan Pengangguran di Serang
Views: 6

SERANG, TirtaNews — Kepolisian Resor Serang menggencarkan program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran sebagai upaya menekan angka pengangguran sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Serang. Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan sambang dan dialog langsung dengan warga di 12 kecamatan pada Kamis, 21 Mei 2026.

Kegiatan dipimpin Kapolres Serang AKBP Dr. Andri Kurniawan dan melibatkan seluruh personel Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polres Serang. Polisi turun langsung ke masyarakat untuk mendengar persoalan yang dihadapi warga, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.

Dalam kegiatan itu, warga menyampaikan sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan ketersediaan pupuk, tingginya harga pupuk, hingga mahalnya pakan ternak. Persoalan tersebut dinilai memengaruhi produktivitas masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pangan.

Kapolres Serang melalui Kepala Satuan Binmas menyatakan program Poliran merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga persoalan sosial dan ekonomi warga.

“Program Poliran bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan upaya kami untuk turut serta mengatasi pengangguran sekaligus menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Serang,” ujar Kasat Binmas dalam keterangannya.

Menurut dia, pendekatan langsung kepada masyarakat dilakukan agar kepolisian dapat mengetahui kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga secara nyata. Hasil temuan di lapangan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mencari solusi.

Polres Serang mencatat sejumlah persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga, seperti keterbatasan bibit tanaman, tingginya harga pupuk, dan mahalnya pakan ternak. Kepolisian berjanji menindaklanjuti temuan tersebut melalui koordinasi lintas sektor.

Melalui program Poliran, kepolisian berharap masyarakat terdorong untuk lebih mandiri dalam mengembangkan usaha produktif di bidang pertanian dan peternakan. Selain itu, program ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran serta memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat desa. (Sarman/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *