Jalan “Kebo” Sukamenak–Petir Mulai Diperkeras, Warga Tak Perlu Memutar Dua Kilometer

SERANG, TirtaNews — Pembangunan jalan penghubung Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, dengan Desa Petir, Kecamatan Petir, terus dikebut oleh Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0602/Serang bersama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Serang, Senin, 2 Maret 2026. Akses yang selama ini sulit dilalui itu kini mulai berubah menjadi jalan yang lebih layak dan kokoh.
Program TMMD Ke-127 menjadi kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan. Jalan yang sebelumnya berupa tanah setapak secara bertahap diperkeras guna memudahkan mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Sukur, 55 tahun, warga Sukamenak, mengatakan kondisi jalan sebelumnya kerap menyulitkan masyarakat, terutama saat musim hujan. “Dulu itu jalan kebo. Kalau hujan becek dan tidak bisa dilewati. Motor sering terpeleset, pejalan kaki juga susah lewat,” ujarnya.
Menurut dia, jalan tersebut merupakan jalur pintas menuju Desa Petir. Meski tersedia jalan alternatif yang telah beraspal, warga harus memutar dengan tambahan jarak sekitar dua kilometer. “Kalau lewat jalan yang bagus harus muter jauh. Jadi jalan ini sangat penting bagi kami,” kata Sukur.
Kepala satuan tugas TMMD menyatakan percepatan pembangunan dilakukan agar akses antardesa segera dapat digunakan secara optimal. Selain memperpendek jarak tempuh, jalan itu diharapkan mendukung kegiatan ekonomi warga, khususnya pengangkutan hasil pertanian.
Di lapangan, personel TNI bersama pekerja dari dinas terkait dan warga setempat tampak bergotong royong menyelesaikan pengerjaan badan jalan. Di bawah terik matahari, mereka melakukan perataan dan pengerasan agar jalan lebih stabil dan aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bagi warga Sukamenak dan Petir, pembangunan jalan tersebut dinilai bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak yang selama ini dinantikan. Perubahan kondisi jalan itu diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua desa. (Tati/Red)
