Danrem 064/MY: Pancasila Tetap Jadi Perekat Bangsa

SERANG, TirtaNews — Komandan Korem 064/Maulana Yusuf, Brigadir Jenderal TNI Daru Cahyadi Soeprapto, menegaskan Pancasila masih menjadi instrumen paling efektif dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial dan global.
Pernyataan itu disampaikan seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Markas Korem 064/MY, Serang, Banten, Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Daru, selama bangsa Indonesia tetap berpegang pada Pancasila sebagai dasar negara, nilai-nilai kebersamaan akan tetap terjaga. “Selama kita bersumpah NKRI berdasarkan Pancasila dan mengakui bahwa kita warga negara berdasarkan Pancasila, itu adalah alat paling ampuh. Karena di dalamnya ada gotong royong dan tenggang rasa,” ujarnya.
Dalam upacara tersebut, Daru membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang mengangkat tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Tema itu menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu masyarakat Indonesia sekaligus landasan dalam membangun perdamaian di tingkat global.
Daru mengatakan nilai gotong royong dan tenggang rasa merupakan kekuatan utama bangsa yang perlu terus dipertahankan. Menurut dia, berbagai pengaruh yang berkembang saat ini berpotensi melemahkan nilai kebersamaan dan mendorong munculnya sikap individualisme maupun kepentingan sektoral.
Karena itu, ia menilai satuan teritorial TNI Angkatan Darat memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui pembinaan teritorial, pemahaman tentang sejarah bangsa, tujuan nasional, serta empat konsensus dasar kebangsaan dapat terus diperkuat.
“Pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI harus terus didengungkan melalui berbagai kegiatan pembinaan di wilayah,” kata Daru.
Ia menambahkan keberlanjutan bangsa berada di tangan generasi penerus. Karena itu, pendidikan dan penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Az/Red)
