Hari Aksara Internasional Jadi Momentum PKBM Kabupaten Serang Memperluas Akses Pendidikan

SERANG, TirtaNews.co.id — Peringatan Hari Aksara Internasional menjadi momentum bagi pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Kabupaten Serang untuk memperkuat akses pendidikan bagi warga yang belum memperoleh layanan pendidikan secara layak.
Peringatan yang mengusung tema “Literasi untuk Sesama, Semesta dan Sejahtera” itu digelar Forum PKBM Kabupaten Serang di PKPRI, Senin, 28 September 2026.
Ketua Forum PKBM Kabupaten Serang sekaligus Ketua Pelaksana, Yayat Suhaeat, mengatakan kegiatan ini diikuti 86 PKBM dimana peringatan Hari Aksara tersebut kembali digelar setelah sekitar delapan tahun vakum. Menurut dia, pelaksanaan peringatan Hari Aksara menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali peran PKBM dalam memperluas akses pendidikan masyarakat.
“Setelah vakum delapan tahun, akhirnya kami mencoba melaksanakan kegiatan ini. Alhamdulillah, kegiatan dapat terlaksana dengan sukses,” kata Yayat.
Kepala Bidang PAUD dan K3P Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Husnawati, mengapresiasi keberadaan PKBM yang dinilai memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat.
Ia mengatakan dukungan pemerintah terhadap PKBM juga terlihat melalui pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran.
“Alhamdulillah, pemerintah benar-benar hadir di tengah-tengah kita dan mendukung sarana dan prasarana untuk pembelajaran,” ujar Husnawati.
Menurut dia, dukungan tersebut semestinya menjadi pijakan bagi PKBM untuk mengembangkan layanan pendidikan. “Semakin terbuka peluang untuk sukses. Hari ini adalah awal dari langkah selanjutnya untuk lebih hebat lagi,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, H. Hanafiah, mengatakan peringatan Hari Aksara menjadi momentum untuk memperkuat komitmen memberikan hak pendidikan yang setara kepada masyarakat.
Ia menyinggung persoalan angka tidak sekolah di Banten yang masih menjadi tantangan. Berdasarkan data yang disampaikannya, angka tidak sekolah di Banten berada pada peringkat keenam dari bawah secara nasional.
“Ini menjadi momen yang sangat luar biasa. Kita memberikan hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Hanafiah.
Ia berharap keberadaan PKBM dapat ikut mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Serang. Peran PKBM, kata dia, tidak sekadar menjadi tempat belajar alternatif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki capaian pendidikan daerah.
Peringatan Hari Aksara Internasional tersebut diikuti unsur PKBM se-Kabupaten Serang. Forum itu sekaligus menjadi ruang konsolidasi bagi pengelola pendidikan nonformal untuk memperkuat layanan literasi dan membuka akses belajar bagi masyarakat yang masih berada di luar sistem pendidikan formal. (Yuli/Red)
