Dandim Marsen Sinaga Minta Babinsa Tak Sekadar Hadir, Harus Jadi Solusi

SERANG, TirtaNews.co.id — Komandan Kodim 0602/Serang Letkol Inf. Marsen Sinaga meminta para Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak sekadar hadir di wilayah binaan. Babinsa harus mampu menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Marsen dalam kegiatan Jam Komandan setelah dirinya resmi menjabat sebagai Dandim 0602/Serang. Ia menekankan pentingnya kehadiran prajurit yang mampu membaca persoalan masyarakat sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai unsur di wilayah.
“Babinsa harus bisa menjadi solusi di tengah masyarakat,” kata Marsen.
Menurut dia, tugas kewilayahan tidak dapat dijalankan hanya oleh TNI. Karena itu, sinergitas dengan seluruh elemen menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung kepentingan masyarakat.
Marsen meminta jajarannya memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat secara luas.
“Sinergitas TNI dengan seluruh elemen, baik Forkopimda, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama maupun masyarakat harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia juga kembali mengingatkan seluruh prajurit mengenai pentingnya menjaga netralitas TNI. Menurut Marsen, prinsip tersebut harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas, terutama ketika prajurit berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Bagi Marsen, Babinsa merupakan ujung tombak pembinaan teritorial. Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus dibangun melalui komunikasi sosial yang terbuka, sehingga keberadaan Kodim dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
Arahan tersebut menjadi bagian dari penekanan awal Marsen kepada jajaran Kodim 0602/Serang setelah pergantian kepemimpinan. Ia sebelumnya menyebut masa awal kepemimpinannya akan digunakan untuk mempercepat orientasi dan adaptasi terhadap dua wilayah teritorial yang menjadi tanggung jawab Kodim 0602/Serang.
Selain membangun komunikasi dengan unsur pemerintahan dan masyarakat, Marsen juga menegaskan pentingnya melanjutkan program yang telah berjalan serta memastikan program komando dapat diwujudkan di lapangan.
Kehadiran Babinsa, kata dia, pada akhirnya tidak cukup diukur dari seberapa sering prajurit berada di tengah masyarakat, tetapi dari sejauh mana keberadaannya mampu membantu menyelesaikan persoalan warga dan memperkuat ketahanan wilayah. (Az/Red)
