Dandim Serang : Pencak Silat Bukan Sekadar Bertanding, tapi Membentuk Karakter

0-4096x3072-0-0-{}-0-24#
SERANG, TirtaNews.co.id — Dandim 0602/Serang Letkol Inf. Marsen Sinaga meminta para pesilat menjadikan prestasi dalam Kejuaraan Maulana Hasanuddin Banten Championship 3 sebagai pemacu untuk terus berlatih. Menurut dia, pencak silat bukan semata soal menang atau kalah di arena, tetapi juga proses membentuk karakter.
Dandim menyampaikan hal itu saat menutup Kejuaraan Pencak Silat Maulana Hasanuddin Banten Championship 3 di Aula Kampus 2 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang, Minggu, 27 September 2026.
“Prestasi yang diraih hari ini jangan membuat kita berhenti berlatih. Jadikan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjadi modal di masa yang akan datang,” kata Dandim.
Menurut Dandim, keberanian tampil dan bertanding merupakan bagian dari proses pembentukan seorang atlet. Pesilat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknik, tetapi juga harus mampu membangun sikap disiplin dan bertanggung jawab.
“Pencak silat bukan hanya sekadar kemampuan untuk bertanding, tetapi mengajarkan disiplin, tanggung jawab, semangat, kerja keras, dan sportivitas. Semua ini merupakan bagian dari sebuah proses,” ujarnya.
Dandim juga mengingatkan para juara agar tidak berhenti berlatih setelah memperoleh prestasi. Sebaliknya, kemenangan harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi kompetisi berikutnya.
Adapun bagi atlet yang belum meraih juara, Dandim meminta mereka tidak berkecil hati. Kekalahan, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan melalui latihan yang lebih konsisten.

“Bagi yang kalah dan belum menjadi juara, jangan berkecil hati. Terus berlatih dan berlatih lagi sampai berhasil,” tegasnya.
Dalam kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) meraih gelar juara umum. Sebanyak 1.180 peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa mengikuti kompetisi yang memperebutkan Piala Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Piala Dandim 0602/Serang.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa Tapak Suci UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
Bagi Dandim, ajang tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bagi generasi muda melalui olahraga pencak silat.
Nilai disiplin, tanggung jawab, kerja keras, keberanian, dan sportivitas yang diperoleh selama berlatih dan bertanding diharapkan menjadi bekal para pesilat di luar arena. (Az/Red)
