Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM, Transaksi Tahun Lalu Tembus Rp11,3 Miliar

0
Serang Fair 2026 Jadi Etalase UMKM, Transaksi Tahun Lalu Tembus Rp11,3 Miliar
Views: 2

SERANG, TirtaNews — Pemerintah Provinsi Banten mendorong Serang Fair 2026 tidak sekadar menjadi ajang hiburan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun ke-19 Kota Serang, tetapi juga menjadi ruang promosi dan penggerak ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

‎Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan keberadaan ratusan pelaku UMKM, industri kecil dan menengah (IKM), serta ekonomi kreatif dalam Serang Fair dapat memperluas pasar produk lokal. Ia mengajak masyarakat membeli dan menggunakan produk buatan daerah.

‎“Serang Fair memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” kata Deden saat menghadiri pembukaan Serang Fair 2026 di kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Jumat malam, 7 Agustus 2026.

‎Serang Fair berlangsung pada 7–10 Agustus 2026. Selain menghadirkan pelaku usaha, kegiatan tersebut diisi hiburan berupa penampilan band lokal dan nasional.

‎Menurut Deden, pertumbuhan ekonomi Kota Serang menunjukkan tren positif. Data Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Kota Serang tumbuh 5,2 persen pada 2025, naik dari 4,7 persen pada 2024.

‎Deden menilai kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Pemerintah Provinsi Banten, kata dia, akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang dalam memperkuat sektor ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

‎Sejumlah pembangunan yang disebut tengah berjalan antara lain peningkatan ruas jalan, pembangunan akses kawasan Terondol, dan pembangunan flyover. Infrastruktur tersebut diharapkan memperbaiki konektivitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

‎“Jangan ragu untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha,” ujar Deden.

‎Wali Kota Serang Budi Rustandi, yang membuka Serang Fair 2026, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang promosi produk unggulan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

‎Budi merujuk capaian penyelenggaraan tahun sebelumnya. Serang Fair 2025 tercatat mendatangkan 383.232 pengunjung dengan nilai transaksi sekitar Rp11,3 miliar.

‎Angka tersebut menunjukkan bahwa pameran daerah tidak semata mengandalkan hiburan untuk menarik massa. Aktivitas pengunjung di area pameran juga dapat menciptakan perputaran uang bagi UMKM, IKM, dan pelaku ekonomi kreatif.

‎Budi berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada penyelenggaraan tahun ini. Ia mengajak masyarakat bukan hanya datang menikmati hiburan, tetapi juga membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk lokal.

‎“Serang Fair menjadi ruang promosi produk unggulan daerah dan penggerak ekonomi masyarakat,” kata Budi.

‎Pemerintah Kota Serang berharap Serang Fair 2026 dapat memperkuat posisi UMKM sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. Dukungan masyarakat terhadap produk lokal dinilai penting agar pelaku usaha tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. (Risdu/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *