Kekeringan Meluas, Polda Banten Kerahkan Water Cannon Angkut Air Bersih

SERANG, TirtaNews — Krisis air bersih akibat musim kemarau mulai meluas di sejumlah wilayah Banten. Kepolisian Daerah Banten mengerahkan mobil tangki hingga kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendistribusikan air kepada warga terdampak kekeringan di enam kecamatan di Kabupaten Serang.
Bantuan air diberangkatkan dari Lapangan Mapolres Serang, Kamis, 6 Agustus 2026. Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah mengapresiasi langkah kepolisian yang menggunakan fasilitas operasionalnya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Banten beserta seluruh jajaran. Apa yang dilakukan hari ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang luar biasa kepada masyarakat,” kata Dimyati.
Menurut dia, pemanfaatan AWC untuk mengangkut air bersih menunjukkan bahwa fasilitas negara dapat dialihfungsikan untuk kepentingan kemanusiaan. Kendaraan yang selama ini identik dengan pengamanan demonstrasi digunakan untuk mengirim air kepada warga, termasuk menyiram tanaman.
“Biasanya water cannon digunakan untuk penanganan demonstrasi, tetapi hari ini dimanfaatkan untuk mengirim air bersih kepada masyarakat,” ujarnya.
Dimyati mengatakan persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di Kabupaten Serang. Sejumlah wilayah lain seperti Kabupaten Pandeglang, Lebak, Kota Cilegon, hingga Kabupaten Tangerang juga menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau.
Ia meminta pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, dan berbagai institusi memperkuat koordinasi untuk memastikan distribusi bantuan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Saya berharap apa yang dilakukan Polda Banten ini dapat diikuti oleh seluruh institusi pemerintah. Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Hengki mengatakan distribusi air tersebut menyasar enam kecamatan yang mengalami kekeringan di Kabupaten Serang. Menurut dia, bantuan itu merupakan bagian dari respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
“Kegiatan ini adalah wujud kehadiran negara untuk merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau,” ujar Hengki.
Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membakar sampah sembarangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat meningkat selama musim kering.
Hengki meminta masyarakat segera melaporkan kebakaran atau kondisi darurat melalui layanan kepolisian 110.
Selain mengandalkan pemerintah dan kepolisian, ia mengajak dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, khususnya untuk membantu distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan.
Distribusi air oleh Polda Banten menjadi salah satu respons terhadap ancaman kekeringan yang mulai menekan sejumlah daerah. Namun, bantuan dengan mobil tangki dan kendaraan taktis bersifat sementara. Persoalan yang lebih mendasar adalah memastikan ketersediaan sumber air dan sistem distribusi yang mampu bertahan menghadapi musim kemarau. (Aep/Red)
