Wagub Banten Sebut Program MBG 3B Jadi Kunci Kesejahteraan Keluarga

0
Wagub Banten Sebut Program MBG 3B Jadi Kunci Kesejahteraan Keluarga
Views: 3

LEBAK, TirtaNews — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menyiapkan generasi emas 2045.

Hal itu disampaikan Dimyati dalam kegiatan Saba Budaya Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI di SPPG Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis (30/4). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemantauan program Bangga Kencana di wilayah pedalaman serta pelayanan keluarga berencana serentak dalam rangka hari ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia ke-75.

Menurut Dimyati, program MBG 3B yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyasar kelompok krusial, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Balita adalah masa golden age. Jika ibu hamil, ibu menyusui, dan balitanya sehat, maka kita bisa mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” kata Dimyati.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi, tetapi juga memiliki dimensi sosial karena dapat mengurangi beban ekonomi keluarga. Karena itu, ia meminta pelaksana di lapangan, termasuk Badan Gizi Nasional, mengedepankan orientasi pelayanan sosial.

“Satuan pelayanan harus berorientasi sosial, bukan sekadar bisnis,” ujarnya.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan distribusi program MBG 3B akan melibatkan Tim Pendamping Keluarga. Makanan dari satuan pelayanan pemenuhan gizi akan disalurkan melalui posyandu sebelum diterima masyarakat.

Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan ketepatan distribusi makanan agar tetap higienis dan tidak basi. “Stunting dipicu oleh kurang gizi, sanitasi buruk, dan pernikahan dini. Edukasi keluarga berencana harus berjalan seiring,” kata Wihaji.

Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengungkapkan bahwa angka stunting di wilayahnya masih dipengaruhi tingkat kemiskinan ekstrem, terutama di daerah yang berbatasan dengan kawasan taman nasional dan hutan Perhutani.

Terkait kesiapan infrastruktur, pemerintah daerah mencatat kebutuhan satuan pelayanan pemenuhan gizi mencapai 265 unit. Dari jumlah tersebut, 193 dapur telah terbangun. Adapun khusus untuk program MBG 3B direncanakan 51 unit, dengan 37 unit telah selesai dan 14 lainnya masih dalam proses pembangunan.

Pemerintah daerah berharap program ini dapat menekan angka stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *