Pusterad Gelar Mobile Training Team 2026 di Magelang, Tingkatkan Profesionalisme Aparat Kewilayahan

0
Pusterad Gelar Mobile Training Team 2026 di Magelang, Tingkatkan Profesionalisme Aparat Kewilayahan
Views: 2

MAGELANG, TirtaNews — Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) menggelar kegiatan Mobile Training Team (MTT) Tahun Anggaran 2026 di Aula A. Yani Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada 20–25 April 2026 ini diikuti 200 peserta dari jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Peserta terdiri atas 50 Komandan Koramil (Danramil) dan 150 Bintara Pembina Desa (Babinsa). Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme aparat teritorial, khususnya bagi personel yang belum mengikuti pendidikan formal di Pusat Pendidikan Teritorial.

Amanat Komandan Pusterad yang dibacakan Kolonel Inf Ahmad Basuki menyebutkan bahwa kegiatan MTT menjadi bagian dari upaya pembinaan kemampuan aparat kewilayahan sebagai ujung tombak TNI Angkatan Darat dalam pemberdayaan wilayah pertahanan darat.

“Melalui materi yang mutakhir, kegiatan ini diharapkan dapat menyamakan visi, persepsi, dan tindakan para aparat kewilayahan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” demikian disampaikan dalam amanat tersebut.

Selain itu, peserta diharapkan memanfaatkan pelatihan secara optimal dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius, aktif berdiskusi, serta berbagi pengalaman guna memperkaya wawasan dan kemampuan praktis.

Dalam pelatihan ini, Danramil dan Babinsa juga didorong untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini dan pencegahan dini terhadap potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas wilayah dan persatuan bangsa.

Pusterad menekankan bahwa hasil pelatihan harus diimplementasikan secara nyata di wilayah binaan masing-masing, dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai dasar keprajuritan, seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI.

Kepada para pengajar dan pemateri, penyelenggara meminta agar materi disampaikan secara aplikatif dan relevan dengan kondisi lapangan. Metode pembelajaran yang komunikatif dan interaktif diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas aparat teritorial menjadi lebih adaptif serta responsif terhadap dinamika masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia TNI Angkatan Darat untuk memperkuat peran aparat kewilayahan yang profesional dan dekat dengan masyarakat. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *