Harlah Muslimat NU ke-80, Bupati Serang Ajak Kader Jaga Kondusivitas Syiar Aswaja

0
Harlah Muslimat NU ke-80, Bupati Serang Ajak Kader Jaga Kondusivitas Syiar Aswaja
Views: 3

SERANG, TirtaNews — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengajak kader Muslimat Nahdlatul Ulama dan badan otonom NU menjaga kondusivitas dalam menyebarkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) di wilayah Kabupaten Serang.

Ajakan tersebut disampaikan Ratu Zakiyah dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU yang digelar di Kecamatan Petir, Sabtu, 18 April 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muslimat NU Provinsi Banten bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Serang.

“Sebagai bupati, saya mengapresiasi peran Muslimat NU dan badan otonom NU dalam menjaga kondusivitas sekaligus mensyiarkan Ahlussunah wal Jamaah di Kabupaten Serang,” kata Zakiyah kepada wartawan.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa kader Muslimat NU, termasuk organisasi seperti Fatayat NU dan badan otonom lainnya, memiliki komitmen untuk berkhidmat serta berperan aktif dalam pembangunan daerah. “Mari terus bergerak dan berkontribusi memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Serang,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia menggelar layanan sosial berupa pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, yang diikuti sekitar 100 peserta. Selain itu, diberikan pula bantuan makanan tambahan bagi anak-anak yang terindikasi stunting.

Zakiyah yang juga menjabat Ketua PW Muslimat NU Provinsi Banten mengatakan kegiatan sosial lainnya mencakup kunjungan ke panti werdha milik Dinas Sosial Provinsi Banten, serta pemberian bantuan berupa makanan dan perlengkapan bagi lansia. Rombongan juga menjenguk salah satu kader Muslimat NU yang sedang sakit di Kota Serang.

Selain itu, jajaran Muslimat NU Banten bersama PC Muslimat NU Pandeglang melakukan ziarah ke tokoh perintis Muslimat NU, Nyai Siti Sarah. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Harlah Muslimat NU yang puncaknya akan digelar pada 25 April 2026, menghadirkan sejumlah tokoh nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Zakiyah juga mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi keagamaan khas Ahlussunah wal Jamaah seperti tahlilan, yasinan, dan sholawatan sebagai bagian dari identitas keagamaan.

Ia turut mendorong pelaksanaan program “Darling” atau sadar lingkungan yang digagas Muslimat NU, khususnya dalam pengelolaan sampah. Menurut dia, kegiatan keagamaan perlu diiringi kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan pengajian dan lainnya, kita juga harus mendorong upaya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Serang Ento Toiyah, Camat Petir Shinta Asfilian Harjani, perwakilan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Provinsi Banten, serta puluhan kader Muslimat NU Kabupaten Serang. (Yuli/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *