Gubernur Banten Dorong Sekolah Terapkan Gerakan Menanam

SERANG, TirtaNews — Gubernur Banten Andra Soni mendorong setiap sekolah di wilayahnya menggalakkan gerakan menanam sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan ketahanan pangan sejak dini. Program tersebut dapat dilakukan di lahan sekolah maupun melalui media sederhana seperti polybag.
“Ini penting untuk menumbuhkan budaya menanam sejak dini,” kata Andra saat melepas keberangkatan petani milenial magang ke Jepang di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis, 9 April 2026.
Menurut Andra, kegiatan menanam tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga dapat memberikan hasil nyata jika dilakukan dengan pendampingan yang tepat. Ia menekankan pentingnya keterlibatan mentor berpengalaman agar siswa mampu menerapkan pengetahuan tersebut di lingkungan rumah.
Dalam kesempatan itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani Bunga, Desa Tambakbaya, Kabupaten Lebak, Ruhyana, memaparkan pengalamannya mengedukasi pelajar melalui praktik pertanian. Pria yang akrab disapa Yana itu telah mengembangkan lahan edukasi hortikultura seluas sekitar 1.000 meter persegi dari total lahan yang dikelolanya.
Ia mengatakan bertani tidak harus membutuhkan lahan luas. Bahkan, dengan lahan terbatas atau pekarangan rumah, kegiatan bercocok tanam tetap bisa menghasilkan.
“Di lahan kecil pun bisa menghasilkan sekitar Rp 3 juta per bulan, dengan waktu kerja relatif singkat,” ujar Ruhyana.
Andra menilai inisiatif tersebut sejalan dengan kebutuhan penguatan ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global. Ia menyebut Banten memiliki potensi lahan subur yang dapat dimanfaatkan secara optimal jika didukung kemauan dan edukasi yang memadai.
Pemerintah Provinsi Banten, kata dia, akan menindaklanjuti program tersebut melalui organisasi perangkat daerah terkait, seperti dinas pendidikan, dinas pertanian, dan dinas ketahanan pangan. Pada tahap awal, sejumlah sekolah akan ditunjuk sebagai percontohan dengan pendampingan langsung dari praktisi.
Program ini, menurut Andra, tidak berorientasi pada aspek komersial, melainkan membangun kebiasaan menanam di kalangan pelajar. Ia berharap keterampilan tersebut dapat menjadi bekal bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan. (Az/Red)
