Bocah 13 Tahun Ditemukan Tewas di Kali Anyar Cikeusal

0
Bocah 13 Tahun Ditemukan Tewas di Kali Anyar Cikeusal
Views: 2

SERANG, TirtaNews.co.id — Herdi, 13 tahun, warga Kampung Katulisan, Desa Panyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, ditemukan meninggal dunia di Kali Anyar pada Rabu malam, 4 November 2026. Tim gabungan Polsek Cikeusal dan Basarnas menemukan jasad korban sekitar 200 meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.

Kapolsek Cikeusal Iptu Hairus Saleh mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian Herdi sedang mencuci seragam olahraga dan sepatu sekolah di pinggir kali. Setelah selesai, korban menyusul teman-temannya yang sedang bermain air.

Mereka kemudian mandi dan berenang sambil bercanda serta saling kejar-kejaran di sungai. Namun, Herdi diduga berenang ke arah bawah jembatan sebelum akhirnya menghilang.

“Setelah sekian lama, rekan korban tidak melihat korban muncul kembali. Mereka sempat menunggu sekitar satu jam, tetapi korban tidak juga terlihat,” kata Hairus, Kamis, 5 November 2026.

Teman-teman korban yang khawatir kemudian pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada warga. Informasi itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Cikeusal sekitar pukul 18.30 WIB.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi. Bersama personel Basarnas, petugas melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai.

Upaya pencarian tersebut akhirnya menemukan Herdi dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik awal tenggelam.

Petugas kemudian mengevakuasi jasad korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga sesuai permintaan keluarga.

Hairus mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai. Ia mengingatkan bahwa aktivitas berenang tanpa pengawasan dapat membahayakan keselamatan anak.

“Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Mari bersama-sama menjaga keselamatan anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Pihak keluarga telah menerima jenazah Herdi untuk dimakamkan. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi warga mengenai risiko bermain dan berenang di aliran sungai tanpa pengawasan orang dewasa. (Sarman/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *