Korem 064/MY Rehabilitasi Panti Maulana Yusuf, 41 Anak Jadi Perhatian

0
Korem 064/MY Rehabilitasi Panti Maulana Yusuf, 41 Anak Jadi Perhatian
Views: 3

CILEGON, TirtaNews — Korem 064/MY mulai merehabilitasi Panti Asuhan Yayasan Maulana Yusuf di Kelurahan Bulakan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Senin, 21 September 2026. Rehabilitasi fasilitas panti tersebut merupakan bagian dari Program Rehabilitasi Panti Asuhan dan Pembuatan Akta Kelahiran Semester II Tahun Anggaran 2026 jajaran Kodam III/Siliwangi.

Panti yang berdiri sejak 1999 itu dihuni 41 anak berusia 12-18 tahun. Mereka terdiri atas 29 anak perempuan dan 12 anak laki-laki yang menempuh pendidikan dari jenjang SMP hingga SMA.

Perhatian utama rehabilitasi diarahkan pada fasilitas asrama putri. Sebanyak 29 anak perempuan selama ini menempati empat kamar di bangunan seluas sekitar 250 meter persegi. Bangunan tersebut juga dilengkapi dua kamar pendamping, ruang tamu, dapur, dan dua kamar mandi.

Pekerjaan rehabilitasi meliputi perbaikan konstruksi atap dan plafon, penggantian kusen serta jendela, pembaruan lantai, penambahan fasilitas kamar mandi, dan pekerjaan finishing. Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu paling lama 45 hari.

Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto membuka pekerjaan secara simbolis dengan melepas daun jendela bangunan lama. Setelah itu, 10 personel Yonif TP 841/Sulangkar bersama masyarakat sekitar membongkar atap dan kerangka lama yang menggunakan material bambu dan kayu.

Danrem mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan dukungan. Menurut dia, pelaksanaan program dilakukan berdasarkan skala prioritas karena kebutuhan masyarakat cukup banyak.

“Banyak yang membutuhkan, sehingga kita menggunakan skala prioritas. Harapan saya, adik-adik perempuan punya tempat tidur yang layak. Kita akan rehabilitasi panti ini dengan baik,” kata Danrem.

Program tersebut tidak hanya menyasar perbaikan bangunan. Korem 064/MY juga memfasilitasi pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak panti yang membutuhkan dokumen kependudukan.

Pemenuhan dokumen tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap hak administratif anak. Dengan adanya akta kelahiran, anak memiliki dokumen identitas yang diperlukan untuk berbagai keperluan pendidikan dan pelayanan publik.

Di hadapan penghuni panti, Daru juga meminta anak-anak tidak merasa sendiri dalam menjalani kehidupan. Ia mengatakan jajaran TNI di wilayah akan berupaya memberikan perhatian kepada mereka.

“Adik-adik tidak sendiri. Saya dan Pak Dandim, anggaplah sebagai orang tua sendiri,” ujar Danrem.

Ia juga mengingatkan para penghuni panti agar pendidikan formal disertai pembentukan karakter. Menurut Daru, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan akhlak dan adab.

“Ilmu boleh pintar, tetapi percuma kalau tidak berakhlak. Utamakan adab, karena adab mengajarkan kita untuk santun kepada orang tua dan orang yang lebih tua dari kita,” kata Danrem.

Rehabilitasi Panti Asuhan Yayasan Maulana Yusuf dengan demikian mencakup dua kebutuhan sekaligus, yakni pembenahan lingkungan tempat tinggal dan pemenuhan dokumen kependudukan. Program ini ditujukan agar anak-anak panti memperoleh fasilitas yang lebih layak sekaligus memiliki kelengkapan administrasi untuk mendukung pendidikan dan kehidupan mereka. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *