Dimyati Dorong Komunitas Catur Jadi Wadah Pembinaan Anak Muda‎

0
Dimyati Dorong Komunitas Catur Jadi Wadah Pembinaan Anak Muda‎
Views: 2

TANGERANG, TirtaNews — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong komunitas catur memperluas perannya sebagai ruang pembinaan generasi muda. Menurut dia, olahraga catur dapat melatih kemampuan berpikir sekaligus menjadi sarana membangun disiplin, sportivitas, dan kebersamaan.

‎Pesan itu disampaikan Dimyati seusai menghadiri Turnamen Catur Internal Rated Altajagu Chess Club dan Ngopi Bareng Wagub di Le Semar Hotel, Karawaci, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 22 Agustus 2026.

‎Dimyati mengapresiasi komunitas catur yang rutin menggelar kegiatan dan melibatkan generasi muda. Ia menilai catur bukan semata olahraga yang mengandalkan strategi, tetapi juga dapat menjadi ruang silaturahmi.

‎“Catur itu olahraga otak, olahraga silaturahim,” kata Dimyati.

‎Menurut dia, pertandingan catur memiliki aturan waktu yang mendorong pemain berpikir sebelum mengambil keputusan. Nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk sikap sportif dan disiplin pada anak-anak.

‎Dimyati juga melihat catur sebagai salah satu alternatif kegiatan bagi anak muda di tengah tingginya penggunaan gawai.

‎“Pertama adalah membimbing anak-anak kita. Mendidik anak-anak kita supaya tidak main gadget,” ujarnya.

‎Ia kemudian mengaitkan permainan catur dengan nilai gotong royong. Setiap bidak memiliki fungsi dan saling melindungi untuk mencapai tujuan bersama. Filosofi tersebut, kata Dimyati, dapat diterapkan dalam kehidupan sosial dan kepemimpinan.

‎“Sehingga saling jaga. Pion jaga raja, jaga menteri, jaga kuda, jaga benteng, jaga gajah. Dan sebaliknya, saling menjaga,” tuturnya.

‎Dimyati mengatakan anak-anak dapat dianalogikan sebagai bidak catur yang masih memiliki banyak kemungkinan dalam menentukan masa depan. Karena itu, orang tua memiliki peran untuk mengarahkan dan membimbing mereka sesuai minat dan cita-citanya.

‎“Orang tua ini tinggal mengarahkan anak-anaknya, bidak-bidak itu. Mau jadi apa? Sesuai dengan cita-cita, yang penting bermanfaat buat bangsa dan negara,” katanya.

‎Ia berharap kegiatan yang digelar Altajagu tidak berhenti pada satu turnamen. Kompetisi, festival, dan forum silaturahmi antarpecinta catur dinilai perlu diperbanyak agar pembinaan atlet muda berjalan berkelanjutan.

‎Ketua Alam Takambang Jadi Guru (Altajagu), Afdimar, mengatakan kegiatan tersebut sengaja mengedepankan unsur kebersamaan sekaligus memberi ruang kepada pemain muda untuk meningkatkan kemampuan.

‎“Ini kebersamaan dan kita ingin menyampaikan dengan bersama kita bisa. Kita adakan ini diutamakan yang muda-muda karena diharapkan dapat berkembang caturnya,” kata Afdimar.

‎Turnamen tersebut menggunakan sistem rating catur. Selain memperebutkan hadiah, peserta memperoleh rating sebagai bagian dari pengembangan pengalaman dan kemampuan bertanding.

‎Sebanyak 25 peserta mengikuti turnamen itu. Menurut Afdimar, penggunaan sistem rating diharapkan membuat kegiatan komunitas tidak sekadar menjadi ajang rekreasi, tetapi juga berkontribusi terhadap perkembangan prestasi para pemain.

‎“Dengan kegiatan ini kita banyak pesertanya dan kita menggunakan sistem rating catur. Selain kita siapkan hadiah, nanti juga para peserta akan mendapatkan rating caturnya,” ujarnya. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *