BKN: 588 Instansi Siap Terapkan Manajemen Talenta ASN

JAKARTA, TirtaNews — Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan 588 instansi pemerintah siap menerapkan manajemen talenta secara bertahap. Kesiapan itu merupakan hasil pendampingan BKN dalam mendorong penerapan sistem merit di lingkungan pemerintahan.
Kepala BKN Prof. Zudan mengatakan penerapan sistem merit dan manajemen talenta bertujuan menempatkan pegawai yang tepat pada jabatan yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencapai target pembangunan nasional.
”Dengan pendampingan dari BKN, hingga kini 643 instansi telah mendapat pendampingan penerapan meritokrasi. Sebanyak 588 instansi telah menyatakan kesiapan penerapannya secara bertahap,” kata Zudan dalam Rapat Koordinasi Nasional SDM yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Zudan, sebanyak 4.026 talenta ASN telah diproses dalam sistem manajemen talenta. Dari jumlah tersebut, 3.972 talenta telah memperoleh persetujuan.
Ia mengatakan angka tersebut tidak semata menunjukkan capaian administratif. Sistem itu diarahkan untuk memastikan pemerintah memiliki talenta ASN yang mampu mengisi kebutuhan strategis organisasi.
BPOM menjadi salah satu contoh instansi yang dinilai telah menerapkan sistem meritokrasi. Talenta yang diajukan lembaga tersebut telah melalui proses penilaian dan memenuhi persyaratan sebelum keputusan pengisian jabatan ditetapkan.
Zudan menekankan meritokrasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan prosedur. Sistem tersebut harus mampu menghasilkan pejabat dan talenta yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
”Semangat utama manajemen talenta adalah memastikan orang yang tepat menduduki jabatan yang tepat untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ujar dia.
Dalam agenda bertajuk Transformasi Manajemen SDM Berbasis AI – Membangun SDM Berkelas Dunia Menuju Indonesia Emas 2045 itu, Zudan juga mendorong pemanfaatan data dan teknologi kecerdasan buatan untuk memperkuat pemetaan serta pengembangan talenta ASN.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi dapat membantu membuat keputusan karier lebih objektif dengan bertumpu pada kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi. Subjektivitas dalam penempatan pegawai diharapkan semakin dapat ditekan.
”Kalau kita ingin mencapai target pembangunan yang besar, kita harus menyiapkan orang-orang terbaik untuk mengerjakannya,” kata Zudan. (Husni/Red)
