BKN Targetkan 600 Ribu ASN Terpetakan lewat Profiling Gratis

JAKARTA, TirtaNews.co.id — Badan Kepegawaian Negara menargetkan 600 ribu aparatur sipil negara terpetakan melalui program profiling ASN hingga akhir 2026. Program tersebut diberikan secara gratis kepada instansi pemerintah pusat maupun daerah.
Salah satu daerah yang mengikuti program tersebut adalah Pemerintah Kota Pekanbaru. Sebanyak 1.255 ASN Pemkot Pekanbaru mengikuti profiling pada 2026. Sebelumnya, 963 ASN telah mengikuti asesmen pada 2025.
Kepala BKN Prof. Zudan mengatakan profiling tidak semata-mata merupakan proses asesmen terhadap pegawai. Program tersebut dirancang untuk memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai potensi dan kompetensi ASN.
“Profiling ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih komprehensif kemampuan dan potensi ASN sehingga dapat ditempatkan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” kata Zudan dalam kegiatan Profiling ASN bagi Pemkot Pekanbaru secara daring, Senin, 28 September 2026.
Menurut Zudan, pemetaan tersebut merupakan bagian dari kebijakan BKN dalam membangun manajemen talenta ASN berbasis data. Informasi yang dihimpun mencakup potensi, kompetensi, talent DNA, rencana karier hingga literasi digital.
Data tersebut nantinya dapat digunakan sebagai salah satu dasar dalam penempatan dan pengembangan karier ASN. BKN mendorong setiap instansi memanfaatkan program tersebut untuk memperkuat basis data talenta aparatur.
Targetnya, kata Zudan, sebanyak 600 ribu ASN di seluruh Indonesia dapat mengikuti profiling hingga akhir tahun. Instansi pemerintah tidak dikenai biaya untuk mengikutsertakan pegawainya dalam program tersebut.
Di Pekanbaru, pelaksanaan profiling dilakukan melalui Computer Assisted Competency Test (CACT) dan PRO-ASN dengan dukungan BKN dan Kantor Regional XII BKN Pekanbaru.
Pada 2025, Pemkot Pekanbaru mengikutsertakan 194 ASN dalam CACT dan 769 ASN dalam PRO-ASN. Sedangkan pada 2026, sebanyak tiga ASN mengikuti CACT dan 1.255 ASN mengikuti PRO-ASN. Secara keseluruhan, 1.509 ASN di lingkungan Pemkot Pekanbaru tercatat telah mengikuti profiling.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan pemetaan tersebut menjadi langkah awal bagi pemerintah kota untuk memperoleh gambaran mengenai potensi sumber daya manusia aparatur.
“Profiling ini bukan untuk memberikan sanksi, tetapi menjadi media untuk melakukan evaluasi diri dan memetakan potensi secara jujur dan adil,” ujar Markarius.
Hasil profiling selanjutnya menjadi bagian dari pemetaan ASN ke dalam talent pool berdasarkan potensi dan kinerja. Peserta dapat mengetahui hasil pemetaan melalui BKPSDM maupun aplikasi ASN Digital.
Bagi pemerintah daerah, basis data tersebut dapat digunakan untuk mendukung pengembangan karier, penempatan pegawai serta pengelolaan talenta berdasarkan kompetensi dan potensi masing-masing ASN.
Program profiling ini menempatkan data sebagai salah satu dasar dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur, dengan target memperluas pemetaan talenta ASN secara nasional. (Husni/Red)
