Jambore Pemuda Ketahanan Pangan di Lebak Disiapkan Jadi Percontohan Nasional

SERANG, TirtaNews — Gubernur Banten Andra Soni mendukung rencana Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan 2026 yang akan digelar di Wanasalam, Kabupaten Lebak. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pemuda untuk terlibat langsung dalam penguatan ketahanan pangan sekaligus menjadi model yang dapat diterapkan secara nasional.
Dukungan itu disampaikan Andra saat menerima audiensi Panitia Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan 2026 di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Andra, gagasan jambore berangkat dari inisiatif pemuda untuk merespons kebijakan pemerintah pusat mengenai ketahanan pangan. Ia menilai keterlibatan generasi muda penting untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan secara berkelanjutan.
“Ketahanan pangan ini harus berkelanjutan dan pemuda tentu diharapkan bisa menjadi bagian penting dari program nasional ini,” kata Andra.
Ia mengatakan situasi global menuntut setiap daerah memperkuat kemampuan menjaga ketersediaan pangan. Banten, kata dia, memiliki potensi sumber daya alam sekaligus sumber daya manusia yang dapat dikembangkan untuk mendukung agenda tersebut.
Andra berharap pemuda Banten dapat mengambil peran lebih besar dan menjadi penggerak di sektor pangan. Menurut dia, keberhasilan program di Banten nantinya dapat dijadikan contoh bagi daerah lain.
“Pemuda-pemuda Banten punya potensi untuk menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan,” ujarnya.
Ketua Panitia Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan 2026, Cecep Pria Erawan, mengatakan kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Wanasalam pada 19-28 Oktober 2026.
Cecep mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap jambore dapat berjalan dengan baik dan membawa gagasan dari Banten untuk dikembangkan di tingkat nasional.
Rangkaian jambore akan memadukan kegiatan teori dan praktik. Salah satu kegiatan yang disiapkan adalah budi daya ikan nila dan lele.
Cecep mengatakan hasil pelaksanaan di Banten akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan konsep di daerah lain. Jika program dinilai berhasil, panitia akan mendorongnya menjadi model percontohan ketahanan pangan pemuda di tingkat nasional.
“Apabila nanti percontohan di Banten bagus hasilnya, maka kami akan menjadikannya sebagai percontohan tingkat nasional,” kata Cecep. (Aep/Red)
