Sorotan Forwatu Banten atas Respons Manajemen PT Genesis

SERANG, TirtaNews — Polemik dugaan persoalan lingkungan dan perizinan PT Genesis Regeneration Smelting kembali bergulir. Kali ini, Forum Warga Bersatu (Forwatu) Banten menyoroti respons seorang oknum manajemen perusahaan terhadap pihak yang mengirimkan tautan pemberitaan mengenai aktivitas perusahaan tersebut.
Dalam rekaman percakapan yang diterima, oknum manajemen itu mempertanyakan asal nomor telepon pengirim berita dan mempersoalkan pesan yang dikirim pada malam hari. Sejumlah kalimat dalam pesan tersebut dinilai bernada menyudutkan.
“Bisakah anda sopan? Anda mendapatkan nomor saya dari siapa? Tujuan anda mengirim pesan seperti kepada saya biar apa?” demikian bagian pesan yang diterima.
Oknum tersebut juga mempertanyakan alasan pengirim tidak mengangkat telepon dan menyebut pesan yang dikirim sebagai spam.
Respons itu kemudian menuai kritik dari Presidium Forwatu Banten, Arwan S.Pd., M.Si. Menurut dia, perusahaan semestinya memberikan klarifikasi berbasis data apabila keberatan dengan isi pemberitaan, bukan menyerang pihak yang menyampaikan informasi.
“Alih-alih menjawab fakta di dalam berita—soal perizinan, soal penutupan oleh KLHK, soal pengawasan yang dilimpahkan ke Kejaksaan Agung—justru menyerang penyampai informasi dengan pertanyaan bernada melecehkan dan tuduhan spam,” kata Arwan.
Ia menilai respons tersebut berpotensi menggeser substansi persoalan dari isu lingkungan dan kepatuhan perusahaan menjadi persoalan personal antara manajemen dan penyampai berita.
Arwan mengatakan informasi mengenai dugaan pelanggaran lingkungan merupakan isu kepentingan publik. Karena itu, menurut dia, pihak perusahaan memiliki ruang untuk menggunakan hak jawab apabila terdapat informasi yang dianggap keliru.
“Jika PT Genesis merasa berita tersebut keliru, jawablah dengan data dan bukti yang sah secara terbuka. Bukan dengan menghina, menuduh, dan mengintimidasi,” ujarnya.
Forwatu juga mempertanyakan sejumlah informasi yang sebelumnya disebut berkaitan dengan PT Genesis, termasuk soal perizinan, tindakan penutupan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta dugaan pelimpahan penanganan perkara kepada Kejaksaan Agung. Klaim-klaim tersebut masih memerlukan verifikasi dan penjelasan resmi dari pihak berwenang maupun perusahaan.
Arwan mengatakan Forwatu akan memperluas pengawasan terhadap persoalan tersebut. Organisasi itu, kata dia, tengah membangun komunikasi dengan sejumlah elemen masyarakat dan media untuk mengawal isu lingkungan di sekitar perusahaan.
“Kita akan semakin menggalang kekuatan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, rekan-rekan media, dan sesama pengawas lingkungan untuk bersatu,” kata Arwan.
Menurut dia, pengawasan publik seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi perusahaan. Kritik justru dapat menjadi ruang bagi perusahaan untuk menjelaskan kepatuhan terhadap regulasi dan kondisi sebenarnya di lapangan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari manajemen PT Genesis Regeneration Smelting mengenai tudingan Forwatu Banten tersebut, termasuk penjelasan atas isi pesan yang dipersoalkan serta status perizinan dan aktivitas perusahaan.
Pihak perusahaan juga belum memberikan klarifikasi mengenai sejumlah klaim yang menjadi pokok pemberitaan. Karena itu, tudingan maupun pernyataan dari kedua pihak masih perlu diuji berdasarkan dokumen perizinan, keputusan instansi berwenang, serta fakta lapangan. (Hen/Red)
