Yayasan Haji Aep Saepudin dan BRI Gelar Seminar Penguatan Kompetensi Pendidik

CIREBON, TirtaNews – Yayasan Haji Aep Saepudin bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar seminar pendidikan bertajuk Transformasi Ekosistem Sains: Pendidikan Bahasa dan Kemajuan Teknologi pada 17–18 Juli 2026. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat kompetensi guru dan dosen dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan di era digital.
Seminar diikuti ratusan peserta yang terdiri atas guru, dosen, dan mahasiswa dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Selain menjadi forum berbagi pengetahuan, kegiatan itu juga diharapkan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengurus Yayasan Haji Aep Saepudin, Nanan Abdul Manan, mengatakan tingginya partisipasi peserta mencerminkan semangat kalangan pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
Menurut Nanan, seminar merupakan bagian dari upaya yayasan bersama BRI untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan kompetensi para pendidik.
Ia menilai guru dan dosen memiliki peran strategis dalam mencetak generasi masa depan. Karena itu, peningkatan kemampuan profesional perlu terus dilakukan agar proses pembelajaran mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan zaman.
Selain penguasaan teknologi, kata dia, transformasi pendidikan juga menuntut penguatan kompetensi bahasa, literasi, karakter, serta kemampuan berpikir kritis agar peserta didik memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Nanan turut menyampaikan apresiasi kepada BRI yang mendukung penyelenggaraan seminar sebagai bagian dari kontribusi dunia usaha terhadap pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi mengenai transformasi ekosistem sains, penguatan pendidikan bahasa, serta pemanfaatan teknologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan inovatif.
Penyelenggara berharap hasil seminar tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi dapat mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang diterapkan di sekolah maupun perguruan tinggi. Sinergi antara lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tengah tantangan global. (Husni/Red)
