Sinergi KOREM 064 dan BBWSC3 Diperkuat untuk Kelola Sumber Daya Air di Banten

SERANG, TirtaNews – Korem 064/Maulana Yusuf dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya air di Provinsi Banten melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKST) di Kantor BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, Kota Serang, Kamis (16/7).
Penandatanganan kerja sama yang dihadiri Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto itu menjadi landasan sinergi kedua institusi dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air, sekaligus penyelamatan daerah aliran sungai (DAS).
Ruang lingkup kerja sama mencakup pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan sumur irigasi air tanah, pengendalian banjir, pengamanan kawasan sumber daya air, serta berbagai program lain yang mendukung keberlanjutan fungsi sumber daya air.
Dalam sambutannya, Danrem mengatakan TNI AD selama ini telah menjalankan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan TNI Manunggal Air. Menurut dia, keberadaan aparat teritorial membuat persoalan yang dihadapi masyarakat dapat teridentifikasi sejak dini.
Ia menilai persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan yang harus diatasi bersama. Karena itu, kerja sama antara TNI dan BBWS diharapkan mampu memperkuat pengelolaan daerah aliran sungai, mendukung sistem irigasi, serta meningkatkan produktivitas pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
”Masih menjadi ironi apabila pada 2026 masyarakat masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Melalui kerja sama ini kami berharap pengelolaan sungai dan irigasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Danrem.
Danrem menambahkan setiap instansi memiliki tugas dan kewenangan masing-masing. Namun, sinergi antarlembaga dinilai menjadi kunci agar program pemerintah dapat berjalan efektif dan memberi manfaat yang lebih luas.
Kepala BBWS Cidanau Ciujung Cidurian Dedi Yudha Lesmana mengatakan PKST tersebut menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pengelolaan infrastruktur sumber daya air di Banten. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pengendalian banjir, serta upaya penyelamatan daerah aliran sungai.
Menutup sambutannya, Danrem berharap kerja sama tersebut tidak hanya mendukung pelaksanaan program saat ini, tetapi juga meninggalkan warisan pembangunan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
”Saya berharap sinergi ini menjadi legacy yang dapat dirasakan anak cucu kita, sekaligus memperkuat kontribusi bersama dalam membangun bangsa,” ujarnya. (Az/Red)
