Prabowo Serahkan Enam Rafale dan Sistem Pertahanan Modern untuk TNI AU

0
Prabowo Serahkan Enam Rafale dan Sistem Pertahanan Modern untuk TNI AU

Oplus_131072

Views: 2

JAKARTA, TirtaNews – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam upaya memperkuat pertahanan udara nasional. Penyerahan dilakukan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Alutsista yang diserahkan meliputi enam pesawat tempur Dassault Rafale, empat pesawat Dassault Falcon 8X, satu pesawat angkut strategis Airbus A400M Atlas, rudal Meteor, smart weapon Hammer, serta radar GCI GM403.

Prosesi penyerahan diawali dengan pelepasan tirai logo Skadron Udara 12 pada badan pesawat Rafale oleh Presiden. Setelah itu, Prabowo melakukan prosesi penyiraman air ke bagian depan pesawat sebagai simbol peresmian.

Presiden kemudian menyerahkan kunci pesawat secara simbolis kepada Panglima TNI Agus Subiyanto. Selanjutnya, kunci diserahkan kepada Kepala Staf Angkatan Udara M. Tonny Harjono.

Usai prosesi, Prabowo meninjau langsung jajaran alutsista yang dipamerkan di apron Lanud Halim Perdanakusuma. Menurut dia, penambahan kekuatan pertahanan udara tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat postur pertahanan nasional.

“Baru saja kita menerima secara resmi penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam pesawat tempur Rafale, pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP dan A400, serta radar,” kata Prabowo.

Pemerintah menilai kehadiran Rafale akan memperkuat kemampuan tempur udara-ke-udara dan udara-ke-darat TNI AU. Pesawat tempur buatan Prancis itu dilengkapi dukungan rudal jarak jauh Meteor dan persenjataan pintar Hammer.

Sementara itu, Falcon 8X diproyeksikan mendukung mobilitas strategis dan misi komando, sedangkan Airbus A400M akan memperkuat kemampuan angkut logistik serta pengisian bahan bakar di udara.

Adapun radar GCI GM403 dirancang sebagai sistem deteksi dini untuk memantau ancaman di wilayah udara nasional dan membantu pengendalian pesawat tempur dalam operasi pertahanan udara.

Sebelumnya, satu unit Airbus A400M telah lebih dahulu diterima TNI pada November 2025 dan mulai digunakan dalam berbagai operasi angkutan militer.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta sejumlah pejabat TNI dan perwakilan negara sahabat. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *