Jelang Idul Adha, Ribuan Hewan Ternak Masuk via Merak Diawasi Ketat

Oplus_131072
CILEGON, TirtaNews — Arus lalu lintas hewan ternak melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan menular strategis, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten memperketat pengawasan terhadap ribuan ternak yang masuk dari Pulau Sumatera menuju Jawa.
Pengawasan dilakukan melalui operasi gabungan yang digelar di Kantor Karantina Banten Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Merak, Rabu, 14 Mei 2026. Operasi melibatkan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Polsek Pulomerak, Koramil Grogol, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon.
Petugas memeriksa sejumlah kendaraan pengangkut hewan ternak dan media pembawa lain, mulai dari DOC (Day Old Chick), sapi, kambing, hingga babi yang berasal dari Provinsi Lampung. Komoditas tersebut didistribusikan ke berbagai daerah seperti Banten, Jakarta, Bogor, Purwakarta, Bekasi, dan Tangerang Selatan.
Berdasarkan data BEST TRUST Badan Karantina Indonesia, rata-rata lalu lintas hewan ruminansia melalui Pelabuhan Merak mencapai 670 frekuensi per bulan dengan volume sekitar 11.900 ekor. Menjelang Idul Adha, jumlah tersebut melonjak menjadi sekitar 1.500 frekuensi dengan volume mencapai 31 ribu ekor atau meningkat sekitar 260 persen.
Komoditas sapi tercatat mendominasi pengiriman ternak dengan persentase mencapai 85 persen dari total lalu lintas hewan yang melintas di pelabuhan tersebut.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari M H, mengatakan pengawasan terpadu menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh hewan yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan dan karantina.
“Pengawasan lalu lintas hewan menjadi langkah penting dalam mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan menular strategis serta zoonosis. Karantina Banten terus memperkuat sinergi bersama instansi terkait untuk memastikan media pembawa yang masuk maupun keluar wilayah Banten aman, sehat, dan sesuai ketentuan,” kata Duma.
Menurut dia, operasi gabungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan distribusi hewan kurban menjelang Idul Adha berjalan aman dan sesuai prosedur. (Dd/Red)
