KMP Shanaya Uji Sandar di Merak, Siap Layani Lintasan Padat

0
KMP Shanaya Uji Sandar di Merak, Siap Layani Lintasan Padat
Views: 8

CILEGON, TirtaNews — Kapal Motor Penumpang KMP Shanaya menjalani uji sandar di Dermaga 3 Pelabuhan Merak, Rabu, 16 April 2026. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan akhir sebelum kapal tersebut resmi beroperasi di lintasan strategis Pelabuhan Merak–Pelabuhan Bakauheni.

Kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) yang dibangun pada 2026 ini dirancang untuk mengangkut penumpang sekaligus kendaraan logistik dalam kapasitas besar. Dengan panjang sekitar 120 meter, kehadiran Shanaya diharapkan dapat memperkuat armada penyeberangan nasional, terutama di jalur dengan volume lalu lintas tinggi tersebut.

Sistem Ro-Ro memungkinkan kendaraan seperti truk masuk dan keluar kapal secara langsung tanpa proses bongkar muat konvensional. Skema ini dinilai mampu memangkas waktu layanan di pelabuhan dan meningkatkan efisiensi distribusi antarwilayah.

Uji sandar turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Banten, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, serta manajemen PT Jemla Ferry bersama operator kapal dan kru.

Kepala Cabang Merak PT Jemla Ferry, Koko, mengatakan uji sandar merupakan tahapan krusial untuk memastikan kesiapan operasional kapal. “Seluruh proses, mulai dari manuver sandar hingga konektivitas dengan fasilitas dermaga, harus memenuhi standar operasional dan keselamatan,” ujarnya.

Dalam pengujian tersebut, dilakukan simulasi manuver kapal saat merapat, proses tambat, serta pengecekan fasilitas pendukung seperti ramp door dan akses kendaraan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar sebelum kapal dioperasikan secara penuh.

Menurut Koko, koordinasi lintas instansi dalam uji coba ini mencerminkan upaya bersama untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang andal. “Kami mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang dalam setiap aspek operasional,” katanya.

Dengan rampungnya tahapan uji sandar, KMP Shanaya dijadwalkan segera melayani lintasan Merak–Bakauheni. Penambahan armada ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat antar Pulau Jawa dan Sumatra. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *