Wali Murid Keluhkan Dugaan Perlakuan Tidak Adil di SDIT Ki Wasyid

CILEGON, TirtaNews — Seorang wali murid mengeluhkan dugaan perlakuan tidak adil terhadap anaknya yang bersekolah di SDIT Ki Wasyid. Keluhan tersebut berkaitan dengan sikap seorang guru yang dinilai tidak memberikan pendampingan belajar secara layak di kelas.
Wali murid yg enggan disebutkan namanya tersebut mengatakan, saat mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut ia harus membayar biaya pendaftaran hampir Rp5 juta serta iuran bulanan sekitar Rp300 ribu. Dengan biaya tersebut, ia berharap pelayanan pendidikan yang diberikan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.
Namun, menurut dia, pada bulan pertama sekolah anaknya sudah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan di kelas. Anak tersebut disebut tertinggal pelajaran karena tidak mengerjakan tugas menulis. Wali murid menilai kondisi itu terjadi karena guru tidak memperhatikan kegiatan belajar siswa.
“Guru di kelas justru sibuk menggunakan telepon genggam sehingga tidak mengetahui ada siswa yang belum menulis,” kata wali murid tersebut kepada wartawan, belum lama ini.
Ia juga mengungkapkan kejadian lain yang membuatnya keberatan. Anaknya, kata dia, pernah diwawancarai mengenai persoalan pribadi oleh seorang guru dan percakapan tersebut direkam menggunakan telepon genggam. Menurutnya, perlakuan itu hanya dilakukan kepada anaknya.
Wali murid mengaku sudah mengonfirmasi kejadian tersebut kepada pihak sekolah. Namun hingga kini, ia menilai belum ada tanggapan yang memuaskan dari pihak sekolah maupun yayasan.
“Katanya guru yang bersangkutan sudah ditegur, tetapi tidak ada permintaan maaf atau klarifikasi langsung,” ujarnya.
Keluhan kembali muncul saat pelaksanaan ujian tengah semester. Setelah mengikuti ujian pada hari pertama, anaknya menolak kembali ke sekolah keesokan harinya. Kepada orang tuanya, anak tersebut mengaku merasa diperlakukan tidak adil oleh gurunya.
Menurut penuturan sang anak, saat ujian beberapa siswa lain dibantu dengan dibacakan kembali soal ujian oleh guru. Namun ketika ia meminta hal yang sama, permintaannya tidak direspons.
Wali murid tersebut menilai sikap guru yang dinilai kurang memberikan perhatian kepada siswa itu seharusnya tidak terjadi di lingkungan sekolah. Ia juga menyayangkan jika perilaku tersebut dianggap sebagai hal yang biasa oleh pihak sekolah.
“Saya sebagai orang tua tidak terima jika anak saya diperlakukan berbeda,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah maupun yayasan yang menaungi SDIT Ki Wasyid belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan wali murid tersebut. (Az/Red)
