Setahun Kepemimpinan Kadinsos Deiyai, Yulita Mote Perkuat Layanan Sosial hingga Pelosok

0
Setahun Kepemimpinan Kadinsos Deiyai, Yulita Mote Perkuat Layanan Sosial hingga Pelosok
Views: 31

DEIYAI, TirtaNews — Setahun terakhir menjadi masa penting bagi Dinas Sosial Kabupaten Deiyai di bawah kepemimpinan Yulita Mote, S.S. Sejak 2025, ia mendorong pembenahan pelayanan publik berbasis keadilan sosial sejalan dengan visi Bupati Deiyai Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayub Pigome menuju Deiyai Enaimo Ekowai.

Yulita menekankan pembangunan sistem pelayanan sosial yang inklusif, terutama bagi masyarakat di distrik terpencil. Ia juga aktif mendorong kolaborasi lintas sektor guna mempercepat penanganan persoalan sosial yang selama ini sulit dijangkau pemerintah daerah.

Salah satu program besar yang dijalankan Dinas Sosial adalah penyaluran bantuan sosial sembilan bahan pokok (sembako) dan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap III batch MC-A01 periode Juli hingga September 2025. Bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, bantuan senilai sekitar Rp13 miliar disalurkan kepada ribuan keluarga penerima manfaat di Deiyai.

Dalam pekan terakhir, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial bersama jajaran turun langsung ke lima distrik. Tiga distrik di sekitar ibu kota kabupaten—Tigi, Tigi Timur, dan Tigi Barat—menjadi lokasi pendataan lanjutan.

Sementara dua distrik terpencil yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara, Bowobado dan Kapiraya, dikunjungi langsung untuk memantau kondisi sosial masyarakat.

Di Kampung Mudetadi, Distrik Bowobado, Yulita menyaksikan langsung keterbatasan akses layanan yang dialami warga. “Pemerintah harus hadir sampai ke kampung-kampung paling jauh,” ujarnya kepada warga setempat.

Selain program bantuan sosial, Dinas Sosial juga menggelar kegiatan kemanusiaan bertajuk Santa Claus Go To Village pada Desember 2025. Kegiatan ini dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, pegawai pemerintah, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Yulita mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang memungkinkan kegiatan sosial tersebut berjalan lancar. Ia menegaskan pentingnya membangun kehadiran negara yang tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.

Dedikasi Yulita Mote dinilai menjadi contoh bagi aparatur sipil negara di Papua, khususnya perempuan yang terlibat dalam kepemimpinan publik. Bagi Yulita, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan keberanian untuk hadir dan melayani masyarakat.

Catatan setahun kepemimpinannya menjadi fondasi untuk empat tahun ke depan. Sejumlah kebijakan pelayanan sosial berbasis wilayah terpencil dan penguatan data keluarga miskin disebut akan menjadi prioritas.

Kisah masa kecil, pandangan hidup, serta arah kebijakan sosial Yulita Mote akan diulas lebih lanjut dalam laporan berikutnya, setelah penulis bertemu langsung dengan Bupati Deiyai Melkianus Mote dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Deiyai. (Jeri/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *