Dimyati Minta Anak Muda Kuasai Literasi Finansial

0
Dimyati Minta Anak Muda Kuasai Literasi Finansial
Views: 4

JAKARTA, TirtaNews.co.id — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta generasi muda memperkuat literasi finansial dan kemampuan bisnis untuk menghadapi persaingan ekonomi global. Ia menilai kesiapan tersebut perlu dibangun melalui perencanaan usaha yang matang, pengembangan kapasitas diri, dan jejaring yang luas.

Dimyati menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional “Navigasi Ekonomi Masa Depan: Penguatan Literasi Finansial dan Strategi Bisnis Global bagi Anak Muda” di Kemala Ballroom Universitas Esa Unggul, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Menurut Dimyati, anak muda memiliki potensi untuk menjadi pelaku usaha dan pemimpin masa depan. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan moralitas, budi pekerti, dan dedikasi agar keberhasilan mereka memberi manfaat bagi masyarakat.

“Anak-anak muda harus diarahkan dan diayomi agar kelak menjadi tokoh-tokoh hebat di masa depan,” kata Dimyati.

Ia menekankan pentingnya literasi finansial dalam membangun usaha yang sehat. Pengetahuan tentang pengelolaan keuangan, menurut dia, perlu disertai kemampuan menyusun perencanaan, menjalankan kegiatan usaha, dan melakukan pengawasan.

Dimyati berharap generasi muda mampu menjadi wirausahawan yang tangguh dan adaptif menghadapi perubahan pasar. Kesiapan itu, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan gagasan bisnis, tetapi juga membutuhkan disiplin dalam pelaksanaan dan pengelolaan usaha.

Selain kemampuan finansial, Dimyati mendorong mahasiswa memperluas jejaring dan mencari mentor yang tepat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang tua dan lingkungan pertemanan.

“Agar sukses, jangan pernah mengecewakan teman dan orang tua. Bangunlah jejaring yang luas dan carilah mentor atau pembimbing yang tepat,” ujarnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul, Azriel Al Ghofachri, mengatakan seminar tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan, strategi bisnis, dan kebijakan publik.

Menurut Azriel, kegiatan itu menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, pengamat, dan pembuat kebijakan. Panitia mencatat sebanyak 175 mahasiswa mengikuti seminar tersebut.

Forum ini menempatkan literasi finansial sebagai salah satu bekal bagi mahasiswa untuk memasuki dunia usaha. Tantangannya adalah menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi kemampuan mengelola keuangan, membaca peluang pasar, dan mengambil keputusan bisnis secara terukur. (Aep/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *