Pelatihan Tukang Baja Ringan Bersertifikat Digelar di Banten, Dorong Standar Keselamatan Konstruksi

SERANG, TirtaNews — Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Banten menggandeng Akademi Cendikia Indonesia dan Himpunan Aplikator Indonesia (HAPI), dengan dukungan Kencana Baja Ringan, menggelar pelatihan tukang baja ringan bersertifikat sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga konstruksi sekaligus memperkuat aspek keselamatan kerja.
Pelatihan yang berlangsung pada 20 Juli 2026 itu diikuti 31 peserta yang terdiri atas para tukang dari berbagai daerah di Banten serta mahasiswa tingkat akhir. Kegiatan berlangsung sehari penuh dengan materi bimbingan teknis yang dipadukan dengan praktik pemasangan konstruksi baja ringan.
Ketua panitia menjelaskan, pelatihan tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya berbagai kasus kegagalan konstruksi baja ringan di sejumlah daerah. Kondisi itu dinilai menunjukkan pentingnya peningkatan kompetensi para pekerja agar pekerjaan konstruksi dilaksanakan sesuai standar teknis.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai prosedur pemasangan baja ringan yang benar, penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta aspek keamanan konstruksi dan kepedulian terhadap lingkungan. Langkah tersebut diharapkan mampu memitigasi risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PII Wilayah Banten, pembina organisasi, perwakilan HAPI, serta perwakilan Kencana Baja Ringan. Para narasumber memberikan arahan dan bimbingan teknis mengenai metode pemasangan baja ringan sesuai standar industri.
Para peserta menyambut positif pelatihan tersebut. Mereka menilai materi yang diberikan mampu menambah pengetahuan dan kepercayaan diri untuk bekerja secara profesional di berbagai proyek konstruksi.
PII Wilayah Banten berharap pelatihan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kerja konstruksi yang kompeten, tersertifikasi, serta mampu memenuhi kebutuhan industri dengan mengutamakan keselamatan dan mutu pekerjaan. (Az/Red)
