Pelatihan Mitigasi Bencana Korem 064 Berbuah Respons Cepat, Kebakaran di Cibaliung Tak Meluas

PANDEGLANG, TirtaNews – Pelatihan penanggulangan kebakaran yang digelar Korem 064/Maulana Yusuf dinilai membantu meningkatkan kesiapsiagaan aparat teritorial dalam menangani keadaan darurat. Bekal tersebut diterapkan personel Kodim 0601/Pandeglang saat membantu memadamkan kebakaran di Kampung Ciwangun, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Jumat malam, 10 Juli 2026.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam. Tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat membesar hingga menjalar ke gudang barang bekas dan sebagian rumah milik Marwah, 47 tahun.
Saat warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, laporan segera diteruskan kepada petugas. Kendaraan pemadam kebakaran Kodim 0601/Pandeglang bersama Tim Unit Damkar Koramil Cibaliung kemudian bergerak menuju lokasi.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB, personel TNI bersama masyarakat dan unsur terkait langsung melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran menghanguskan sebuah gudang barang bekas dan sebagian rumah warga. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Setelah api padam, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Komandan Kodim 0601/Pandeglang Letnan Kolonel Infanteri Afri Swandi Ritonga mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau. Menurut dia, api dari aktivitas pembakaran harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan agar tidak memicu kebakaran yang membahayakan keselamatan maupun harta benda.
Sebelumnya, Korem 064/Maulana Yusuf memberikan pelatihan penanggulangan kebakaran kepada para komandan rayon militer dan bintara pembina desa sebagai bagian dari peningkatan kemampuan aparat teritorial menghadapi berbagai kondisi darurat di wilayah binaan. (Az/Red)
