Pidato Ketum PB PII: 79 Tahun Berkhidmat, Dorong Kader Jadi Penggerak Perubahan

0
Pidato Ketum PB PII: 79 Tahun Berkhidmat, Dorong Kader Jadi Penggerak Perubahan
Views: 2

JAKARTA, TirtaNews — Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) periode 2026–2028 menegaskan komitmen organisasi untuk terus berkhidmat tanpa henti bagi pelajar, umat, dan bangsa dalam momentum Hari Bangkit PII ke-79.

Dalam pidatonya di Jakarta, Senin (4/5), ia menekankan bahwa sejak berdiri, PII memadukan nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai satu kesatuan perjuangan. “Keislaman dan keindonesiaan bukan dua hal yang dipertentangkan, melainkan berpadu dalam satu napas,” ujarnya.

Ia menilai tantangan bangsa saat ini bukan pada kekurangan sumber daya manusia yang cerdas, melainkan minimnya individu yang memiliki integritas serta kemauan untuk berjuang dan mengabdi. Karena itu, kader PII didorong hadir di tengah masyarakat sebagai pelopor pendidikan, penggerak perubahan, dan penjaga moral bangsa.

Menurutnya, peringatan 79 tahun PII harus menjadi momentum refleksi sekaligus transformasi organisasi. Ia menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguatan tradisi intelektual, serta peningkatan solidaritas kader agar organisasi tetap relevan di setiap zaman.

“PII harus bertransformasi. Kita tidak boleh berjalan di tempat,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan keyakinan bahwa selama semangat belajar, perjuangan, dan pengabdian terus dijaga, PII akan tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Dalam pidato tersebut, ia juga mengingatkan kader agar tidak lelah berjuang, tidak malu menjadi bagian dari PII, dan tidak berhenti mengabdi untuk umat serta bangsa.

Sejarah, lanjutnya, mencatat bahwa PII telah melahirkan banyak tokoh pemikir dan pemimpin nasional. Estafet perjuangan itu kini berada di tangan generasi kader saat ini.

“Usia ke-79 ini bukan sekadar panjang umur organisasi, tetapi simbol kematangan gerakan dan keseriusan membangun masa depan Indonesia,” ujarnya.

Ia menutup pidato dengan ucapan selamat Hari Bangkit PII ke-79 serta harapan agar organisasi terus berjaya dalam pengabdian bagi pelajar, Islam, dan Indonesia. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *