Tiga Bulan Pekerjaan Trotoar Sempu–Boru Berjalan, Warga Keluhkan Akses Toko Tertutup Material Bekas

0
Tiga Bulan Pekerjaan Trotoar Sempu–Boru Berjalan, Warga Keluhkan Akses Toko Tertutup Material Bekas

0-4096x3072-0-0-{}-0-24#

Views: 17

KOTA SERANG, TirtaNews.co.id – Pekerjaan pembangunan trotoar di ruas Sempu–Boru Dari Dinas PUPR Provinsi Banten menuai keluhan warga. Proyek yang disebut telah berlangsung selama tiga bulan itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat karena material bekas bongkaran trotoar masih menumpuk di sekitar lokasi pekerjaan.
‎
‎Warga juga mempertanyakan keberadaan pengawas proyek yang disebut tidak pernah terlihat di lokasi selama pekerjaan berlangsung.
‎
‎Seorang warga yang memiliki ruko di Jalan Ki Ajurum Nomor 33, Ciwaru, mengaku dirugikan akibat kondisi tersebut. Tumpukan material bekas trotoar menghambat akses menuju toko dan warung, sekaligus menyulitkan pengunjung yang hendak memarkir kendaraan.
‎
‎“Sudah tiga bulan berjalan, tetapi begitu-begitu saja. Kami kesulitan parkir. Untuk menuju toko atau warung pun terhalang tumpukan material trotoar bekas yang seharusnya sudah dirapikan,” ujar warga tersebut.
‎
‎Menurut dia, pelaksanaan proyek semestinya memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama akses bagi masyarakat yang menjalankan usaha di sepanjang ruas jalan tersebut.
‎
‎Penumpukan material yang tidak segera dibereskan dinilai menambah beban warga. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi itu berpotensi menghambat kegiatan ekonomi para pemilik usaha yang bergantung pada kemudahan akses pelanggan.

“Saya terpaksa tidak jualan karena kondisinya berantakan jadi sulit untuk akses ke toko saya, ” ujar Aizar salah seorang pedagang yang tokonya terganggu pekerjaan pembangunan trotoar.
‎
‎Warga berharap pelaksana proyek segera merapikan material bekas bongkaran dan memastikan akses menuju ruko maupun warung tetap terbuka. Mereka juga meminta pengawasan pekerjaan dilakukan secara nyata agar pelaksanaan proyek tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.
‎
‎Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai keluhan warga, keberadaan pengawas di lapangan, serta target penyelesaian pekerjaan trotoar Sempu–Boru. (Az/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *