Usai Saksikan Penyelamatan Korban, VIP XTR Tinjau Layanan Medis di Mandalika

SERANG, TirtaNews.co.id — Rangkaian kunjungan pejabat senior negara peserta Exercise Trident Resolve (XTR) 2026 berlanjut ke Mandalika, Banten. Setelah menyaksikan demonstrasi Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) berupa penyelamatan korban di laut, para VIP meninjau pelayanan Military Medicine bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari ADMM-Plus Experts’ Working Group on Military Medicine dalam latihan XTR 2026. Tim medis Indonesia berkolaborasi dengan personel kesehatan dari Singapura dan Amerika Serikat.
Selama 22-24 September 2026, layanan kesehatan yang digelar di Mandalika melayani 555 orang. Mereka mendapatkan pengobatan umum dan pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, sebanyak 113 orang menjalani skrining tuberkulosis atau TB dan 12 orang memperoleh pemeriksaan gigi.
Skrining TB dilakukan untuk mendeteksi penyakit secara lebih dini. Pemeriksaan diawali dengan melihat kondisi serta gejala yang dialami pasien. Mereka yang memenuhi indikasi kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan dahak dan penggunaan portable X-ray.
Pelayanan kesehatan tidak berhenti pada pemeriksaan TB. Masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan kondisi dasar, konsultasi dokter umum, pemeriksaan laboratorium sederhana, obat-obatan dan vitamin, serta layanan kesehatan lain sesuai kebutuhan.
Kegiatan tersebut juga mencakup donor darah. Dari layanan itu terkumpul 54 kantong darah, terdiri atas 15 kantong golongan A, 17 golongan B, 16 golongan O dan enam golongan AB.
Keterlibatan tenaga medis dari Indonesia, Singapura dan Amerika Serikat menunjukkan penerapan kerja sama Military Medicine dalam XTR 2026 tidak hanya melalui simulasi di medan latihan. Kerja sama tersebut juga diterapkan melalui pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan di Mandalika memperlihatkan keterkaitan antara kemampuan HADR dan Military Medicine. Dalam skenario penanggulangan bencana, proses penanganan korban tidak berhenti pada pencarian dan penyelamatan di laut. Korban juga membutuhkan evakuasi, pertolongan medis, hingga pelayanan kesehatan lanjutan.
XTR 2026 dengan demikian menjadi ruang latihan bagi negara peserta untuk menguji koordinasi lintas negara dalam menghadapi keadaan darurat sekaligus memperlihatkan peran dukungan kesehatan militer dalam operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana. (Az/Red)
