Tim Multinasional Peragakan Operasi Penyelamatan Korban Gempa di Anyer

SERANG, TirtaNews — Tim pencarian dan penyelamatan dari sejumlah negara memperagakan operasi Urban Search and Rescue (USAR) dalam latihan Exercise Trident Resolve (XTR) 2026 di Pantai Mandalika, Anyer, Kabupaten Serang, Selasa, 22 September 2026.
Demonstrasi menjadi bagian dari komponen Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) setelah pembukaan XTR 2026. Sejumlah pejabat militer negara peserta menyaksikan simulasi tersebut, termasuk Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih dan Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto selaku Komandan Latihan.
Skenario latihan menggambarkan gempa bumi yang menyebabkan bangunan rusak dan sejumlah korban terjebak. Tim penyelamat kemudian melakukan pencarian dan evakuasi melalui dua metode, yakni High Angle Rescue serta Collapse Structure Search and Rescue.
Dalam skenario High Angle Rescue, korban yang terjebak di lantai dua dievakuasi menggunakan sistem tali dan Tyrolean. Setelah memperoleh penanganan awal, korban dibawa ke area aman untuk mendapatkan pertolongan medis lanjutan.
Adapun pada skenario Collapse Structure Search and Rescue, tim menghadapi bangunan yang mengalami keruntuhan parah. Petugas terlebih dahulu menilai kondisi struktur sebelum membuka akses secara terkendali. Korban yang ditemukan di ruang sempit kemudian dievakuasi menggunakan sistem tripod dan alat pengangkat.
Pencarian dilanjutkan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam bangunan.
Latihan tersebut melibatkan personel TNI AD dari Yonif TP, Basarnas, dan Damkar Provinsi Banten. Mereka berlatih bersama personel militer dari India, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
Keterlibatan unsur militer dan sipil dari sejumlah negara menjadi bagian dari latihan untuk menguji koordinasi serta interoperabilitas dalam penanganan bencana.
XTR 2026 di Banten mengintegrasikan tiga komponen, yakni HADR, Military Medicine, dan Cyber Security. Latihan tersebut menjadi forum bagi negara peserta untuk menguji prosedur kerja sama dalam menghadapi situasi kedaruratan dan operasi kemanusiaan. (Az/Red)
