Dimyati Dorong Generasi Muda Tekuni Pencak Silat

0
Dimyati Dorong Generasi Muda Tekuni Pencak Silat
Views: 49

TANGERANG, TirtaNews — Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengajak generasi muda menekuni pencak silat. Selain sebagai seni bela diri dan olahraga, silat dinilai dapat membentuk karakter, kedisiplinan, serta keberanian.
‎
‎Ajakan itu disampaikan Dimyati saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II di GOR Karang Kitri, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 15 Agustus 2026.
‎
‎“Silat harus terus diwariskan,” kata Dimyati.
‎
‎Menurut dia, latihan pencak silat mengajarkan disiplin dan kemampuan mengelola waktu. Kebiasaan berlatih secara teratur, kata dia, dapat membentuk pribadi yang lebih tertib dan produktif.
‎
‎Pencak silat juga dinilai berperan dalam pembentukan karakter. Dimyati mengatakan olahraga tersebut mengajarkan kesopanan, kesantunan, dan akhlak yang baik sekaligus melatih kecerdasan emosional.
‎
‎Nilai religius juga menjadi bagian dari pencak silat. Dimyati mencontohkan kebiasaan berdoa sebelum latihan sebagai salah satu cara membangun kedekatan spiritual.
‎
‎“Silat membangun keberanian untuk membela yang benar atau amar makruf nahi mungkar,” ujarnya.
‎
‎Menurut Dimyati, keberanian yang diperoleh dari bela diri semestinya digunakan untuk membela kebenaran, bukan melakukan kekerasan. Latihan juga menumbuhkan kesabaran, sikap saling menolong, kekeluargaan, dan keikhlasan.
‎
‎Karena itu, dia berharap pencak silat semakin diminati masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda. Pemerintah dan masyarakat juga didorong memperbanyak turnamen untuk menjaga keberlanjutan olahraga sekaligus warisan budaya tersebut.
‎
‎Ketua Pelaksana Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten II, Sri Panggung Lestari, mengatakan turnamen berlangsung pada 15-16 Agustus 2026. Sebanyak 705 peserta ambil bagian, terdiri atas 352 laki-laki dan 353 perempuan.
‎
‎Para peserta dibagi dalam tiga kategori pertandingan.
‎
‎Sri mengatakan penyelenggaraan Nyimas Banten terinspirasi oleh dua tokoh perempuan Banten, yakni Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan. Keduanya dikenal sebagai pendekar perempuan yang berani memimpin perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
‎
‎“Turnamen pencak silat Nyimas Banten diharapkan melahirkan Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan pada masa kini,” kata Sri.
‎
‎Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Dimyati. Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, antara lain anggota Komisi I DPR RI Okta Komala Dewi, Staf Ahli Menko Pangan Irna Narulita Dimyati Natakusumah, Ketua Umum IPSI Banten Ajat Sudrajat, serta Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Tangerang Aida Hubaedah.
‎
‎Kejuaraan itu menjadi salah satu upaya memperluas ruang pembinaan atlet sekaligus mengenalkan kembali nilai-nilai pencak silat kepada generasi muda Banten. (Hen/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *