Pemprov Banten Andalkan Pramuka untuk Perkuat Karakter Generasi Muda

SERANG, TirtaNews — Pemerintah Provinsi Banten berharap Gerakan Pramuka menjadi salah satu benteng pembentukan karakter anak bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pramuka dinilai tidak sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga ruang belajar bagi generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Harapan itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten Ahmad Saukani saat melepas 419 anggota kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Banten menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Jambore nasional berlangsung pada 13-20 Agustus 2026. Pelepasan kontingen digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang.
Saukani mengatakan Pramuka telah menjadi semacam “sekolah kehidupan”. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar memimpin, mengambil keputusan, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan melayani tanpa pamrih.
“Yang paling utama adalah belajar menjadi manusia yang berkarakter,” kata dia.
Menurut Saukani, perkembangan kecerdasan buatan dan teknologi digital membuat tantangan generasi mendatang semakin kompleks. Kemampuan akademik saja, kata dia, tidak cukup untuk menghadapi perubahan tersebut.
Bangsa Indonesia tetap membutuhkan generasi yang memiliki kejujuran, kedisiplinan, dan integritas. Kemajuan teknologi, menurut dia, memang dapat menggantikan sejumlah pekerjaan manusia, tetapi tidak dapat menggantikan karakter seseorang.
“Dan itulah yang dibangun oleh gerakan Pramuka,” ujarnya.
Saukani juga mengingatkan para peserta Jamnas bahwa keberangkatan mereka merupakan kehormatan sekaligus amanah. Para anggota kontingen tidak hanya membawa perlengkapan perkemahan, tetapi juga membawa nama dan identitas Banten.
Ia meminta peserta menunjukkan karakter masyarakat Banten yang ramah, religius, santun, pekerja keras, dan menjunjung semangat gotong royong selama mengikuti kegiatan.
Ketua rombongan kontingen Gerakan Pramuka Kwartir Banten, Susilawati, mengatakan 419 peserta berasal dari Kwartir Banten, Kwartir Cabang di delapan kabupaten dan kota, serta satuan pendidikan khusus (SKh) di Provinsi Banten.
Selain peserta, setiap kontingen akan didampingi pendamping selama mengikuti rangkaian Jamnas.
Susilawati berharap para peserta tidak sekadar mengikuti kegiatan perkemahan, tetapi juga aktif dalam seluruh agenda yang disiapkan panitia. Ia berharap kontingen Banten dapat membawa pengalaman dan hasil yang membanggakan saat kembali ke daerah.
“Mohon doanya kepada semua agar kami bisa mengikuti kegiatan ini sampai kembali lagi pulang dan mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Susilawati. (Aep/Red)
