Tokoh Banten Serukan Kolaborasi Cetak Pemimpin Berdaya Saing Global

SERANG, TirtaNews – Sejumlah tokoh nasional asal Banten berkumpul dalam forum silaturahmi yang digelar di Pondok Pesantren K.H. Embay Mulya Syarif, Kota Serang, Ahad (12/7). Pertemuan yang diinisiasi Perkumpulan Urang Banten (PUB) itu menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia Banten agar mampu berkiprah di tingkat nasional hingga internasional.
Ketua Umum PUB, Komjen Pol. (Purn.) Taufikurrahman Ruki, mengatakan Banten memiliki sejarah panjang melahirkan tokoh-tokoh yang memberi kontribusi besar bagi Indonesia. Menurut dia, warisan tersebut perlu diteruskan melalui pembinaan generasi muda dan penguatan jejaring antartokoh.
Forum itu menghadirkan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman dan Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar sekaligus anggota DPR RI, Jazuli Juwaini, sebagai pembicara utama. Hadir pula Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fatah Sulaiman, mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Mufti Ali, Ketua Baznas Banten Wawan Wahyudin, Ketua MUI Banten Bazari Syam, anggota DPD RI Ade Yuliasih, unsur pemerintah daerah, akademisi, ulama, organisasi profesi, serta kalangan pengusaha.
Dalam paparannya, Iftitah mengenang perjalanan hidupnya dari Pandeglang hingga menjadi lulusan terbaik Akademi Militer 1999 dan penerima penghargaan Adhi Makayasa. Ia menilai keberhasilan itu tidak lepas dari kedisiplinan, pengamalan nilai-nilai agama, serta penghormatan kepada orang tua.
Sebagai Menteri Transmigrasi, Iftitah mengatakan pemerintah tengah mengembangkan konsep transmigrasi yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing. Ia mengajak generasi muda Banten untuk tidak ragu bersaing di tingkat global melalui karya dan prestasi.
”Jangan hanya menjadi kebanggaan di daerah sendiri. Buktikan bahwa urang Banten mampu bersinar di tingkat nasional bahkan dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Jazuli Juwaini menilai forum silaturahmi antartokoh seperti ini perlu dilaksanakan secara berkala sebagai wadah memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, pembangunan Banten membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga kalangan profesional.
Ia juga menyampaikan bahwa Mathla’ul Anwar terus memperluas kontribusinya, tidak hanya di bidang pendidikan melalui pesantren dan perguruan tinggi, tetapi juga mulai mengembangkan layanan kesehatan melalui klinik dan rumah sakit.
Presiden ISABC sekaligus pendiri Gaido Group, M. Hasan Gaido, mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, pertemuan lintas generasi dapat menjadi sarana memperkuat kepedulian para tokoh terhadap masa depan Banten sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan pembangunan yang lebih inklusif.
Menutup kegiatan, Taufikurrahman Ruki mengajak seluruh peserta menjaga persaudaraan dan memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap silaturahmi para tokoh Banten dapat menjadi energi bersama untuk mewujudkan daerah yang maju tanpa meninggalkan nilai budaya dan jati diri masyarakatnya. Doa penutup dipimpin Ketua MUI Provinsi Banten, KH. Bazari Syam. (Az/Red)
