Satgas TMMD 127 Gelar Penyuluhan, Warga Sukamenak Perkuat Benteng Ideologi

0
Satgas TMMD 127 Gelar Penyuluhan, Warga Sukamenak Perkuat Benteng Ideologi
Views: 3

SERANG, TirtaNews — Ruang pertemuan Kantor Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Senin, 23 Februari 2026, dipenuhi perangkat desa dan warga. Di antara mereka, sebagian ibu rumah tangga duduk berdampingan dengan pemuda karang taruna. Mereka mengikuti penyuluhan bahaya terorisme dan paham radikalisme yang digelar Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0602/Serang.

Bagi warga, forum tersebut menjadi ruang untuk memahami isu yang selama ini terasa jauh, tetapi kerap muncul dalam pemberitaan nasional. “Biasanya kami dengar soal terorisme dari televisi. Sekarang jadi tahu ciri-cirinya seperti apa,” ujar Dedi, 27 tahun, warga setempat.

Sebagai narasumber, Aipda Iwa dari Polres Serang memaparkan tanda-tanda paham radikal, pola rekrutmen yang menyasar generasi muda, hingga dampak sosial yang ditimbulkan. Ia menjelaskan bahwa kelompok radikal kerap memanfaatkan media sosial dan pergaulan tertutup untuk menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

“Penyuluhan ini penting untuk membentengi warga, terutama generasi muda, dari paham yang bertentangan dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama,” kata Iwa di hadapan peserta.

Sejumlah warga tampak aktif bertanya, terutama soal bagaimana mengenali perubahan perilaku anggota keluarga yang terpapar paham ekstrem. Pertanyaan lain mengemuka soal peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak.

Kepala desa setempat menyatakan kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat desa yang kini tak terlepas dari arus informasi digital. “Sekarang hampir semua anak pegang telepon pintar. Kami perlu pemahaman agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang menyesatkan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Komandan Satuan Tugas TMMD Ke-127, Kolonel Arm Oke Kistiyanto, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak berhenti pada infrastruktur. “Selain membangun jalan dan fasilitas umum, kami juga ingin membangun ketahanan mental dan ideologi masyarakat,” katanya dalam keterangan tertulis.

Program TMMD di Sukamenak tahun ini mencakup pembangunan fisik dan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan. Bagi warga, pendekatan tersebut dirasakan melengkapi kebutuhan desa: akses jalan yang lebih baik sekaligus penguatan wawasan kebangsaan.

Di penghujung acara, peserta diajak untuk menjaga lingkungan masing-masing dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Bagi warga Sukamenak, penyuluhan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat bahwa ketahanan desa juga bertumpu pada kewaspadaan bersama. (Tati/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *