Warga Sukamenak Ikuti Penyuluhan Pendidikan, TMMD Pintu Masuk Perubahan

Oplus_131072
SERANG, TirtaNews – Balai Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, tampak lebih ramai dari biasanya pada Senin pagi, 16 Februari 2026. Sejumlah warga duduk berderet, menyimak pemaparan tentang pentingnya pendidikan dalam kegiatan penyuluhan yang digelar Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0602/Serang.
Program TMMD yang selama ini identik dengan pembangunan infrastruktur desa, kali ini menghadirkan kegiatan non-fisik berupa penyuluhan pendidikan. Narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Asep Saepul Rohman, memaparkan pentingnya pendidikan formal dan non-formal bagi generasi muda serta peran orang tua dalam mendukung program wajib belajar.
“Anak-anak sekarang tidak cukup hanya lulus sekolah dasar. Minimal harus sampai menengah atas, bahkan kalau bisa kuliah,” kata Asep di hadapan peserta.
Bagi sebagian warga, penyuluhan semacam ini menjadi ruang refleksi atas kondisi pendidikan di desa mereka. Siti Aminah, 38 tahun, warga Kampung Pasir Awi, mengatakan masih ada orang tua yang menganggap sekolah bukan prioritas utama. “Kadang anak lebih dipilih bantu orang tua di kebun daripada lanjut sekolah,” ujarnya kepada Tempo usai acara.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penyampaian materi. “Kalau bisa ada pendampingan atau beasiswa, supaya kami yang ekonominya pas-pasan juga bisa menyekolahkan anak sampai tinggi,” katanya.
Dansatgas TMMD Ke-127 TA 2026 Kodim 0602/Serang, Kolonel Arm Oke Kistiyanto, mengatakan penyuluhan merupakan bagian dari komitmen TNI untuk membangun desa secara menyeluruh. “Kami ingin pembangunan fisik berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.
Kepala Desa Sukamenak, Roni Syahroni, mengakui persoalan pendidikan di wilayahnya bukan hanya soal kesadaran, tetapi juga faktor ekonomi dan akses. Meski jarak sekolah menengah tidak terlalu jauh, biaya perlengkapan dan kebutuhan sekolah kerap menjadi kendala. “Motivasi penting, tapi dukungan nyata juga sangat dibutuhkan,” katanya.
Program TMMD Ke-127 di wilayah Kodim 0602/Serang tidak hanya mencakup pembangunan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga sejumlah kegiatan non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, dan pendidikan. Bagi warga, keberlanjutan program menjadi kunci.
“Semoga setelah TMMD selesai, perhatian ke pendidikan tetap ada,” kata Siti.
Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, inisiatif kolaboratif seperti TMMD dinilai bisa menjadi pintu masuk perubahan. Namun, bagi masyarakat desa, ukuran keberhasilan bukan pada banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan pada sejauh mana dampaknya terasa dalam kehidupan sehari-hari. (Tati/Red)
