Kabasarnas Nilai Buku Potensi SAR Perkuat Budaya Siaga Bencana

JAKARTA, TirtaNews — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengapresiasi peluncuran buku karya Potensi SAR yang digelar dalam rangka Jambore Potensi SAR 2026 di PIK Avenue, Jakarta, Sabtu, 15 Februari 2026. Buku tersebut dinilai sebagai kontribusi konkret dalam memperkuat kapasitas pencarian dan pertolongan di Indonesia, terutama dari sisi pengembangan pengetahuan dan budaya kesiapsiagaan.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menekankan bahwa peran Potensi SAR tidak berhenti pada dukungan operasional di lapangan. “Penguatan sumber daya manusia SAR harus dilakukan berkelanjutan melalui pelatihan, pengalaman lapangan, dan pengayaan literasi kebencanaan,” ujarnya.
Menurut dia, kehadiran buku tersebut menunjukkan bahwa Potensi SAR juga berperan dalam pengembangan gagasan dan refleksi atas praktik-praktik penyelamatan. Hal itu dinilai penting untuk membangun standar kompetensi yang lebih merata di tingkat pusat hingga daerah.
Buku tersebut ditulis oleh pegiat SAR dengan latar belakang akademik dan praktis yang beragam. Salah satunya Arief Wibowo, Guru Besar Teknologi untuk Krisis dan Bencana Universitas Budi Luhur, yang selama ini aktif mengembangkan pendekatan akademik dan inovasi teknologi dalam penanggulangan krisis.
Penulis lain, Agung Nur Cahyono, perwira TNI Angkatan Darat, menghadirkan perspektif kewilayahan dan pengalaman dalam dukungan penanggulangan bencana melalui skema Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Adapun Agus Wiradi dari Cakrawala Disaster Response menyumbangkan pengalaman lapangan komunitas relawan dalam berbagai operasi SAR.
Secara substansi, buku itu membahas manajemen kesiapsiagaan, penguatan kapasitas komunitas, serta peran masyarakat dalam menghadapi situasi yang membahayakan keselamatan manusia—mulai dari kecelakaan hingga bencana alam. Pendekatan yang ditawarkan tidak hanya teknis, tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Kepala Basarnas menyebut materi buku tersebut selaras dengan arah kebijakan lembaganya dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional dan sinergi bersama Potensi SAR. Ia berharap buku itu dapat menjadi referensi bagi relawan, aparatur pemerintah, hingga masyarakat luas dalam membangun respons yang cepat dan terkoordinasi saat keadaan darurat.
Peluncuran buku menjadi salah satu agenda utama dalam Jambore Potensi SAR 2026, forum yang dirancang untuk memperkuat soliditas dan kompetensi Potensi SAR sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan. (Az/Red)
